{"version":"https:\/\/jsonfeed.org\/version\/1","user_comment":"This feed allows you to read the posts from this site in any feed reader that supports the JSON Feed format. To add this feed to your reader, copy the following URL -- https:\/\/sosiopedia.com\/feed\/json\/ -- and add it your reader.","home_page_url":"https:\/\/sosiopedia.com\/","feed_url":"https:\/\/sosiopedia.com\/feed\/json\/","title":"sosiopedia.com","description":"Portal pengetahuan untuk psikologi dan sosiologi Indonesia","icon":"https:\/\/cdn.shortpixel.ai\/spai\/q_lossy+ret_img\/https:\/\/sosiopedia.com\/wp-content\/uploads\/2020\/07\/cropped-ICON.png","items":[{"id":"https:\/\/sosiopedia.com\/apa-arti-seni-budaya-jenis-dan-contohnya\/","url":"https:\/\/sosiopedia.com\/apa-arti-seni-budaya-jenis-dan-contohnya\/","title":"Apa arti seni budaya, jenis dan contohnya","content_html":"<p>Kita mungkin mendengar istilah ini di kehidupan sehari &#8211; hari kita di negara ini, sebagai negara yang selalu melestarikan ke-arifan lokal maka tidak heran banyak kegiatan baik dari sekolah, pemerintahan, agama, ormas dan individu yang mengadakan kegiatan seni budaya, meski begitu ternyata banyak dari kita tidak tau apa makna dari seni budaya<\/p>\n<h4>Arti Etimologi dan Terminologi Seni Budaya<\/h4>\n<p>Secara Etimologi Seni budaya merupakan gabungan dari dua kata yaitu seni dan budaya. Dikutip dari Jurnal Pendidikan Empirisme , kata seni berasal dari bahasa Sanskerta yaitu &#8220;sani&#8221; yang berarti pemujaan. Adapun budaya juga berasal dari bahasa Sanskerta &#8220;buddhayah&#8221; yang berarti akal dan budi.<\/p>\n<p>Sehingga, ditarik kesimpulan yaitu seni merupakan segala sesuatu yang dibuat manusia dengan sengaja yang menyatukan beberapa unsur ke dalam suatu bentuk untuk menghasilkan keindahan yang dapat dinikmati orang lain. Sementara budaya adalah akal dan budi yang digunakan oleh manusia secara turun temurun secara berkelanjutan.<\/p>\n<p>Secara terminologi, dikutip dari buku Pembelajaran Seni Budaya Nusantara oleh Belinda Dewi Regina, seni budaya adalah segala sesuatu yang diciptakan oleh manusia mengenai bagaimana cara hidup berkembang secara bersama di suatu kelompok yang memiliki unsur estetika secara turun temurun. sedangkan menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI), seni budaya adalah perihal kesenian dan kebudayaan. Seni budaya juga dapat dipahami sebagai segala sesuatu yang diciptakan oleh manusia yang memiliki unsur keindahan secara turun-temurun dari generasi satu ke generasi lainnya.<\/p>\n<h4>Jenis dan Contoh Seni Budaya<\/h4>\n<p>Seni budaya yang berkembang di masyarakat cukup beragam. Berikut adalah jenis-jenis seni budaya dilansir dari Pembelajaran Seni Budaya Nusantara oleh Belinda Dewi Regina:<\/p>\n<p><strong>Seni Tari Tradisional<\/strong><br \/>\nTari tradisional merupakan sebuah tarian yang bisa ditemukan di banyak lingkungan sosial masyarakat, karena hampir tiap daerah memiliki tarian tradisional. Tarian biasanya tercipta dari kegiatan sosial, spiritual, mata pencaharian, dan kondisi lingkungan. Contohnya adalah tari caping, tari jaipong, tari tor-tor, tari serimpi, tari kecak, dan lain-lain.<\/p>\n<p><strong>Seni Rupa Tradisional<\/strong><br \/>\nSalah satu seni rupa tradisional ini adalah lukisan yang menggunakan alat lukis lainnya yaitu seperti kuas, palet, dan lain-lain untuk memulaskan warna. Media yang dapat digunakan dapat berupa kertas, kanvas, dinding, dan lain-lain. Contoh seni lukisan terdapat beberapa aliran antara lain, aliran naturalisme, realisme, romantisme, dan lain-lain.<\/p>\n<p><strong>Seni Alat Musik Tradisional<\/strong><br \/>\nSeperti yang diketahui bahwa hampir setiap daerah di Indonesia memiliki ciri khas alat musiknya. Contohnya, gamelan, angklung, tifa, kecapi, dan lain-lain. Dari alat musik inilah dapat tercipta sebuah lagu. Lagu ini juga menggabungkan beberapa elemen seperti musik, lirik, dan instrumen.<\/p>\n<p><strong>Rumah Adat<\/strong><br \/>\nHampir setiap rumah adat di Indonesia memiliki keunikan dan keindahannya masing. Hal ini tidak luput dari cabang seni integral dari seni penglihatan yaitu arsitektur. Contoh beberapa rumah adat yang tidak kalah unik yaitu; rumah adat joglo, krong bade dari Aceh, rumah gadang dari Sumatera Barat, rumah sasak Lombok, dan lain sebagainya.<\/p>\n","content_text":"Kita mungkin mendengar istilah ini di kehidupan sehari &#8211; hari kita di negara ini, sebagai negara yang selalu melestarikan ke-arifan lokal maka tidak heran banyak kegiatan baik dari sekolah, pemerintahan, agama, ormas dan individu yang mengadakan kegiatan seni budaya, meski begitu ternyata banyak dari kita tidak tau apa makna dari seni budaya\nArti Etimologi dan Terminologi Seni Budaya\nSecara Etimologi Seni budaya merupakan gabungan dari dua kata yaitu seni dan budaya. Dikutip dari Jurnal Pendidikan Empirisme , kata seni berasal dari bahasa Sanskerta yaitu &#8220;sani&#8221; yang berarti pemujaan. Adapun budaya juga berasal dari bahasa Sanskerta &#8220;buddhayah&#8221; yang berarti akal dan budi.\nSehingga, ditarik kesimpulan yaitu seni merupakan segala sesuatu yang dibuat manusia dengan sengaja yang menyatukan beberapa unsur ke dalam suatu bentuk untuk menghasilkan keindahan yang dapat dinikmati orang lain. Sementara budaya adalah akal dan budi yang digunakan oleh manusia secara turun temurun secara berkelanjutan.\nSecara terminologi, dikutip dari buku Pembelajaran Seni Budaya Nusantara oleh Belinda Dewi Regina, seni budaya adalah segala sesuatu yang diciptakan oleh manusia mengenai bagaimana cara hidup berkembang secara bersama di suatu kelompok yang memiliki unsur estetika secara turun temurun. sedangkan menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI), seni budaya adalah perihal kesenian dan kebudayaan. Seni budaya juga dapat dipahami sebagai segala sesuatu yang diciptakan oleh manusia yang memiliki unsur keindahan secara turun-temurun dari generasi satu ke generasi lainnya.\nJenis dan Contoh Seni Budaya\nSeni budaya yang berkembang di masyarakat cukup beragam. Berikut adalah jenis-jenis seni budaya dilansir dari Pembelajaran Seni Budaya Nusantara oleh Belinda Dewi Regina:\nSeni Tari Tradisional\nTari tradisional merupakan sebuah tarian yang bisa ditemukan di banyak lingkungan sosial masyarakat, karena hampir tiap daerah memiliki tarian tradisional. Tarian biasanya tercipta dari kegiatan sosial, spiritual, mata pencaharian, dan kondisi lingkungan. Contohnya adalah tari caping, tari jaipong, tari tor-tor, tari serimpi, tari kecak, dan lain-lain.\nSeni Rupa Tradisional\nSalah satu seni rupa tradisional ini adalah lukisan yang menggunakan alat lukis lainnya yaitu seperti kuas, palet, dan lain-lain untuk memulaskan warna. Media yang dapat digunakan dapat berupa kertas, kanvas, dinding, dan lain-lain. Contoh seni lukisan terdapat beberapa aliran antara lain, aliran naturalisme, realisme, romantisme, dan lain-lain.\nSeni Alat Musik Tradisional\nSeperti yang diketahui bahwa hampir setiap daerah di Indonesia memiliki ciri khas alat musiknya. Contohnya, gamelan, angklung, tifa, kecapi, dan lain-lain. Dari alat musik inilah dapat tercipta sebuah lagu. Lagu ini juga menggabungkan beberapa elemen seperti musik, lirik, dan instrumen.\nRumah Adat\nHampir setiap rumah adat di Indonesia memiliki keunikan dan keindahannya masing. Hal ini tidak luput dari cabang seni integral dari seni penglihatan yaitu arsitektur. Contoh beberapa rumah adat yang tidak kalah unik yaitu; rumah adat joglo, krong bade dari Aceh, rumah gadang dari Sumatera Barat, rumah sasak Lombok, dan lain sebagainya.","date_published":"2024-07-27T17:54:18+07:00","date_modified":"2024-07-27T17:55:05+07:00","author":{"name":"Warjito makruf","url":"https:\/\/sosiopedia.com\/author\/superadmin\/","avatar":"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/458a28d8bdaa82bbad91c72ae7065116?s=512&d=mm&r=g"},"image":"https:\/\/cdn.shortpixel.ai\/spai\/q_lossy+ret_img\/https:\/\/sosiopedia.com\/wp-content\/uploads\/2024\/07\/vvj0dl_plr8.jpg","tags":["Informasi"]},{"id":"https:\/\/sosiopedia.com\/sejarah-perkembangan-media-massa\/","url":"https:\/\/sosiopedia.com\/sejarah-perkembangan-media-massa\/","title":"Sejarah Perkembangan Media Massa","content_html":"<p>Saat ini media massa mempunyai berbagai bentuk dari cetak, seperti majalah, dan koran, kemudian menjadi content digital yang berupa website situs berita, vidio dari youtube maupun pdf (koran digital), adapun sejarah media massa itu melalui beberapa tahap yakni:<\/p>\n<h4><strong>Tahap Media Cetak<\/strong><\/h4>\n<p>Awal Media Cetak Sejarah perkembangan media cetak merupakan pengulangan dari inovasi teknologi. Kompetisi yang kemudia<br \/>\nmuncul adalah perubahan dalam masyarakat dan pembatasanpembatasan yang dilakukan pemerintah terhadap media. Sejarah media cetak ini dimulai dari ditemukannya kertas oleh bangsa China hingga ditemukannya mesin pencetak sederhana yang juga dikembangkan oleh bangsa China dan Korea. Babak mesin cetak modern dimulai oleh orag Jerman bernama Gutenberg pada tahun 1455.<\/p>\n<h4>Revolusi Gutenberg<\/h4>\n<p>Teknologi cetak yang dikembangkan oleh Gutenberg membuka awal baru dalam produksi masal dari sebuah terbitan. Buku-buku yang pertama kali diterbitkan adalah kitab suci, buku hymne gereja dan buku doa. Pada tahun 1800-an, dimulai penjualan buku secara meluas sebagai lanjutan dari murahnya harga produksi kertas.<\/p>\n<p>Majalah pertama dibuat pada tahun 1700-an dengan menampilkan cerita-cerita fiksi an non fiksi.<\/p>\n<h4>Awal Media Cetak di Amerika<\/h4>\n<p>Media cetak di Amerika juga dimulai dengan pembuatan buku-buku kitab suci dan kumpulan hymne gereja. Percetakan di Amerika pada tahun 1770-an juga mencetak selebaran politik untuk mendukung perang kemerdekaan melawan Inggris. Majalah dan surat kabar Amerika mulai dicetak pada awal tahun 1700-an. Pada awalnya dibuat untuk kalangan berpendidikan tinggi dan golongan atas. Hal ini juga berkaitan dengan rendahnya tingkat melek huruf di Ameriak waktu itu. Perkembangan majalah di Amerika membaik pada pertenganhan tahun 1800-an, didukung oleh sistem pendidikan yang lebih maju dan kemudian meningkatnya skala ekonomi<br \/>\ndari produksi cetakan.<\/p>\n<h4>Penerbitan Modern<\/h4>\n<p>Penerbitan buku tumbuh secara substansial pada abad ke-20. Meningkatnya angka melek huruf yang menumbuhkan minat baca mengakibatkan turunya biaya percetakan. Hal ini juga menumbuhkan rumah-rumah penerbitan yang bahkan hingga kini masih tetap berdiri. Buku-buku yang berisi materi-materi yang spesifik juga makin tumbuh. Buku-buku tersebut melayani minat-minat tertentu dari pembacanya yang juga makin berkembang.<\/p>\n","content_text":"Saat ini media massa mempunyai berbagai bentuk dari cetak, seperti majalah, dan koran, kemudian menjadi content digital yang berupa website situs berita, vidio dari youtube maupun pdf (koran digital), adapun sejarah media massa itu melalui beberapa tahap yakni:\nTahap Media Cetak\nAwal Media Cetak Sejarah perkembangan media cetak merupakan pengulangan dari inovasi teknologi. Kompetisi yang kemudia\nmuncul adalah perubahan dalam masyarakat dan pembatasanpembatasan yang dilakukan pemerintah terhadap media. Sejarah media cetak ini dimulai dari ditemukannya kertas oleh bangsa China hingga ditemukannya mesin pencetak sederhana yang juga dikembangkan oleh bangsa China dan Korea. Babak mesin cetak modern dimulai oleh orag Jerman bernama Gutenberg pada tahun 1455.\nRevolusi Gutenberg\nTeknologi cetak yang dikembangkan oleh Gutenberg membuka awal baru dalam produksi masal dari sebuah terbitan. Buku-buku yang pertama kali diterbitkan adalah kitab suci, buku hymne gereja dan buku doa. Pada tahun 1800-an, dimulai penjualan buku secara meluas sebagai lanjutan dari murahnya harga produksi kertas.\nMajalah pertama dibuat pada tahun 1700-an dengan menampilkan cerita-cerita fiksi an non fiksi.\nAwal Media Cetak di Amerika\nMedia cetak di Amerika juga dimulai dengan pembuatan buku-buku kitab suci dan kumpulan hymne gereja. Percetakan di Amerika pada tahun 1770-an juga mencetak selebaran politik untuk mendukung perang kemerdekaan melawan Inggris. Majalah dan surat kabar Amerika mulai dicetak pada awal tahun 1700-an. Pada awalnya dibuat untuk kalangan berpendidikan tinggi dan golongan atas. Hal ini juga berkaitan dengan rendahnya tingkat melek huruf di Ameriak waktu itu. Perkembangan majalah di Amerika membaik pada pertenganhan tahun 1800-an, didukung oleh sistem pendidikan yang lebih maju dan kemudian meningkatnya skala ekonomi\ndari produksi cetakan.\nPenerbitan Modern\nPenerbitan buku tumbuh secara substansial pada abad ke-20. Meningkatnya angka melek huruf yang menumbuhkan minat baca mengakibatkan turunya biaya percetakan. Hal ini juga menumbuhkan rumah-rumah penerbitan yang bahkan hingga kini masih tetap berdiri. Buku-buku yang berisi materi-materi yang spesifik juga makin tumbuh. Buku-buku tersebut melayani minat-minat tertentu dari pembacanya yang juga makin berkembang.","date_published":"2024-07-26T15:44:01+07:00","date_modified":"2024-07-26T15:46:41+07:00","author":{"name":"Warjito makruf","url":"https:\/\/sosiopedia.com\/author\/superadmin\/","avatar":"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/458a28d8bdaa82bbad91c72ae7065116?s=512&d=mm&r=g"},"image":"https:\/\/cdn.shortpixel.ai\/spai\/q_lossy+ret_img\/https:\/\/sosiopedia.com\/wp-content\/uploads\/2024\/07\/902194.jpg","tags":["Informasi"]},{"id":"https:\/\/sosiopedia.com\/pengertian-ranah-dan-objek-sosiologi-komunikasi\/","url":"https:\/\/sosiopedia.com\/pengertian-ranah-dan-objek-sosiologi-komunikasi\/","title":"Pengertian, Ranah, dan Objek Sosiologi Komunikasi","content_html":"<p>Sosiologi merupakan suatu disiplin ilmu yang mempunya banyak cabang, salah satunya adalah sosiologi komunikasi , untuk mendalami apa pengertian sosiologi komunikasi maka kita perlu mengerti arti dari sosiologi dan komunikasi itu sendiri<\/p>\n<h4>Arti Sosiologi<\/h4>\n<p>Asal kata Sosiologi adalah Socius (bhs. Latin yang berarti teman, kawan, social = berteman, bersama, berserikat) bermaksud untuk mengerti kejadian-kejadian dalam masyarakat yaitu persekutuan manusia, dan selanjutnya dengan pengertian itu untuk dapat berusaha mendatangkan perbaikan dalam kehidupan bersama. (Shadily, 1993:1-2) Dengan kata lain menurut Hassan Shadily Sosiologi adalah ilmu masyarakat atau ilmu kemasyarakatan yang mempelajari manusia sebagai anggota golongan atau masyarakatnya (tidak sebagai individu yang terlepas dari golongan atau masyarakatnya ), dengan ikatan-ikatan adat, kebiasaan, kepercayaan atau agamanya, tingkahlaku serta keseniannya atau yang disebut kebudayaan yang meliputi segala segi kehidupannya. (Shadily, 1993:2)<\/p>\n<h4><strong>Arti Komunikasi<\/strong><\/h4>\n<p>Beberapa teori yang dikemukakan dalam buku Teori Komunikasi (Djuarsa, 1993: 19-20) antara lain adalah : <strong>Anderson<\/strong>: Komunikasi adalah suatu proses dengan mana kita bisa memahami dan dipahami oleh orang lain. Komunikasi merupakan proses yang dinamis dan secara konstan berubah sesuai dengan situasi yang berlaku. <strong>Margarete Mead<\/strong>: Interaksi, juga dalam tingkatan biologis, adalah salah satu perwujudan komunikasi, karena tanpa komunikasi tindakan-tindakan kebersamaan tidak akan terjadi. Barnlund: Komunikasi timbul didorong oleh kebutuhan kebutuhan untuk mengurangi ketidakpastian, bertindak secara efektif, mempertahankan atau memperkuat ego.\u00a0 <strong>Berelson dan Steiner<\/strong>: Komunikasi adalah proses penyampaian informasi, gagasan, emosi, keahlian dan lain-lain, melalui penggunaan simbol-simbol seperti kata-kata, gambargambar, angka-angka dan lain-lain.<\/p>\n<h4>Pengertian Sosiologi Komunikasi<\/h4>\n<p>Sosiologi Komunikasi menurut Soerjono Soekanto (Soekanto, 2003: 423) merupakan kekhususan sosiologi dalam mempelajari interaksi sosial yaitu suatu hubungan atau komunikasi yang menimbulkan proses saling pengaruh mempengaruhi antara para individu, individu dengan kelompok maupun antar kelompok. Mengingat masyarakat sebagai obyek kajian, maka mempelajari sosiologi komunikasi tidak akan bisa melepaskan diri dengan media interaksi sosial yaitu, lembaga sosial serta media massa dan norma-norma sosial yang mengaturnya. Oleh karena itu, seringkali sosiologi komunikasi kemudian ditulis sebagai sosiologi komunikasi sebagaimana yang dikemukakan oleh Charles R. Wright dan beberapa buku di Indonesia lainnya.<\/p>\n<h4>Ranah Sosiologi Komunikasi<\/h4>\n<p>Saling bersentuhan antara wilayah individu, kelompok, masyarakat dan system dunia. Ranah ini juga bersentuhan dengan wilayah lain yakni teknologi telematika, komunikasi (proses dan interaksi sosial) dan budaya serta bidang-bidang lainnya.<\/p>\n<h4>Objek Sosiologi Komunikasi<\/h4>\n<p>Objek Sosiologi Komunikasi adalah manusia yang menekankan pada aspek aktivitas manusia sebagai makhluk sosial yang melakukan aktivitas sosiologis yaitu proses sosial dan komunikasi, yang merupakan aspek dominan dalam kehidupan manusia bersama orang lain.<\/p>\n<p>Aspek lainnya adalah telematika dan realitasnya. Aspek ini menyangkut persoalan teknologi media, teknologi komunikasi dan berbagai persoalan konvergensi yang ditimbulkannya termasuk realitas maya yang dihasilkan oleh telematika sebagai sebuah ruang publik baru yang tanpa batas dan memiliki masa depan yang cerah bagi ruang kehidupan. Sebaliknya perkembangan telematika dan aspek-aspeknya serta pengaruhnya terhadap perkembangan media massa memberikan efek yang luar biasa kepada masyarakat.<\/p>\n<p>sumber : buku ajar Program Studi Pendidikan Sosiologi Antropologi Jurusan Sejarah Fakultas Ilmu-Ilmu Sosial Universitas Negeri Padang, Mira Hasti Hasmira, SH, M.Si.<\/p>\n","content_text":"Sosiologi merupakan suatu disiplin ilmu yang mempunya banyak cabang, salah satunya adalah sosiologi komunikasi , untuk mendalami apa pengertian sosiologi komunikasi maka kita perlu mengerti arti dari sosiologi dan komunikasi itu sendiri\nArti Sosiologi\nAsal kata Sosiologi adalah Socius (bhs. Latin yang berarti teman, kawan, social = berteman, bersama, berserikat) bermaksud untuk mengerti kejadian-kejadian dalam masyarakat yaitu persekutuan manusia, dan selanjutnya dengan pengertian itu untuk dapat berusaha mendatangkan perbaikan dalam kehidupan bersama. (Shadily, 1993:1-2) Dengan kata lain menurut Hassan Shadily Sosiologi adalah ilmu masyarakat atau ilmu kemasyarakatan yang mempelajari manusia sebagai anggota golongan atau masyarakatnya (tidak sebagai individu yang terlepas dari golongan atau masyarakatnya ), dengan ikatan-ikatan adat, kebiasaan, kepercayaan atau agamanya, tingkahlaku serta keseniannya atau yang disebut kebudayaan yang meliputi segala segi kehidupannya. (Shadily, 1993:2)\nArti Komunikasi\nBeberapa teori yang dikemukakan dalam buku Teori Komunikasi (Djuarsa, 1993: 19-20) antara lain adalah : Anderson: Komunikasi adalah suatu proses dengan mana kita bisa memahami dan dipahami oleh orang lain. Komunikasi merupakan proses yang dinamis dan secara konstan berubah sesuai dengan situasi yang berlaku. Margarete Mead: Interaksi, juga dalam tingkatan biologis, adalah salah satu perwujudan komunikasi, karena tanpa komunikasi tindakan-tindakan kebersamaan tidak akan terjadi. Barnlund: Komunikasi timbul didorong oleh kebutuhan kebutuhan untuk mengurangi ketidakpastian, bertindak secara efektif, mempertahankan atau memperkuat ego.\u00a0 Berelson dan Steiner: Komunikasi adalah proses penyampaian informasi, gagasan, emosi, keahlian dan lain-lain, melalui penggunaan simbol-simbol seperti kata-kata, gambargambar, angka-angka dan lain-lain.\nPengertian Sosiologi Komunikasi\nSosiologi Komunikasi menurut Soerjono Soekanto (Soekanto, 2003: 423) merupakan kekhususan sosiologi dalam mempelajari interaksi sosial yaitu suatu hubungan atau komunikasi yang menimbulkan proses saling pengaruh mempengaruhi antara para individu, individu dengan kelompok maupun antar kelompok. Mengingat masyarakat sebagai obyek kajian, maka mempelajari sosiologi komunikasi tidak akan bisa melepaskan diri dengan media interaksi sosial yaitu, lembaga sosial serta media massa dan norma-norma sosial yang mengaturnya. Oleh karena itu, seringkali sosiologi komunikasi kemudian ditulis sebagai sosiologi komunikasi sebagaimana yang dikemukakan oleh Charles R. Wright dan beberapa buku di Indonesia lainnya.\nRanah Sosiologi Komunikasi\nSaling bersentuhan antara wilayah individu, kelompok, masyarakat dan system dunia. Ranah ini juga bersentuhan dengan wilayah lain yakni teknologi telematika, komunikasi (proses dan interaksi sosial) dan budaya serta bidang-bidang lainnya.\nObjek Sosiologi Komunikasi\nObjek Sosiologi Komunikasi adalah manusia yang menekankan pada aspek aktivitas manusia sebagai makhluk sosial yang melakukan aktivitas sosiologis yaitu proses sosial dan komunikasi, yang merupakan aspek dominan dalam kehidupan manusia bersama orang lain.\nAspek lainnya adalah telematika dan realitasnya. Aspek ini menyangkut persoalan teknologi media, teknologi komunikasi dan berbagai persoalan konvergensi yang ditimbulkannya termasuk realitas maya yang dihasilkan oleh telematika sebagai sebuah ruang publik baru yang tanpa batas dan memiliki masa depan yang cerah bagi ruang kehidupan. Sebaliknya perkembangan telematika dan aspek-aspeknya serta pengaruhnya terhadap perkembangan media massa memberikan efek yang luar biasa kepada masyarakat.\nsumber : buku ajar Program Studi Pendidikan Sosiologi Antropologi Jurusan Sejarah Fakultas Ilmu-Ilmu Sosial Universitas Negeri Padang, Mira Hasti Hasmira, SH, M.Si.","date_published":"2024-07-26T15:25:27+07:00","date_modified":"2024-07-26T15:27:33+07:00","author":{"name":"Warjito makruf","url":"https:\/\/sosiopedia.com\/author\/superadmin\/","avatar":"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/458a28d8bdaa82bbad91c72ae7065116?s=512&d=mm&r=g"},"image":"https:\/\/cdn.shortpixel.ai\/spai\/q_lossy+ret_img\/https:\/\/sosiopedia.com\/wp-content\/uploads\/2024\/07\/24374680.jpg","tags":["Informasi"]},{"id":"https:\/\/sosiopedia.com\/konsep-full-day-school-dalam-perspektif-sosiologi-pendidikan\/","url":"https:\/\/sosiopedia.com\/konsep-full-day-school-dalam-perspektif-sosiologi-pendidikan\/","title":"KONSEP FULL DAY SCHOOL DALAM PERSPEKTIF SOSIOLOGI PENDIDIKAN","content_html":"<p>Konsep full day school (FDS) belum lama ini menjadi isu yang menghangat, menjadi trending topic tidak hanya di media sosial, namun juga di media massa dan diskusi-diskusi bertaraf nasional hingga warung kopi. Isu ini menghangat segera setelah Muhadjir Effendy dilantik sebagai Menteri Pendidikan dan Kebudayaan menggantikan Anis Baswedan. Gagasan FDS dilontarkan oleh mantan Rektor sebuah universitas swasta ini sebagai respon terhadap program nawacita presiden RI.<\/p>\n<p>Salah satunya adalah pendidikan karakter dan budi pekerti, yang mencakup 80 persen. Sementara 20 persennya pengetahuan. Seluruhnya ada 18 butir yang isinya seperti kepribadian, olahraga, hingga agama2. Dengan demikian, konsep FDS ini jika diterapkan akan memperpendek waktu di luar sekolah dan peserta didik mendapatkan tambahan jam untuk pendidikan karakter. Gagasan ini direncanakan akan diterapkan di tingkat sekolah dasar dan sekolah menengah pertama.<\/p>\n<p>Secara bahasa (etimologi), kata full day school diadopsi dari Bahasa Inggris. Yaitu kata \u201cfull\u201d yang berarti \u201cpenuh\u201d, dan kata \u201cday\u201d yang berarti \u201chari\u201d. Sehingga full day dapat diartikan sebagai \u201csehari penuh\u201d. Sedangkan kata \u201cschool\u201d artinya sekolah. Dengan demikian, istilah full day school jika dilihat dari segi bahasanya adalah sekolah atau kegiatan belajar yang dilakukan sehari penuh. Sedangkan menurut arti secara luas (terminology), istilah \u201cfull day school\u201d mengandung pengertian \u201csistem pendidikan yang menerapkan pembelajaran atau kegiatan belajar mengajar sehari penuh dengan memadukan sistem pengajaran yang intensif yakni dengan menambah jam pelajaran untuk pendalaman materi pelajaran serta pengembangan diri dan kreatifitas.<\/p>\n<p>Dalam konteks ini, kegiatan pembelajaran yang dilaksanakan di sekolah berlangsung mulai pagi hari hingga sore hari, secara rutin sesuai dengan program pada tiap jenjang pendidikannya. Dalam sistem full day school, sebuah lembaga bebas mengatur jadwal mata pelajaran sendiri dengan tetap mengacu pada standar nasional alokasi waktu sebagai standar minimal dan sesuai bobot mata pelajaran, ditambah dengan model-model pendalamannya. Jadi yang terpenting dalam full day school adalah pengaturan jadwal mata pelajaran. Program ini sudah diterapkan di beberapa sekolah yang berlabel sekolah unggulan pada sekolah tingkat dasar SD\/MI swasta. Dalam pelaksanaannya, sekolah yang menerapkan model full day school biayanya relatif mahal dan full day school bagian dari program favorit yang ditonjolkan oleh pihak sekolah.<\/p>\n","content_text":"Konsep full day school (FDS) belum lama ini menjadi isu yang menghangat, menjadi trending topic tidak hanya di media sosial, namun juga di media massa dan diskusi-diskusi bertaraf nasional hingga warung kopi. Isu ini menghangat segera setelah Muhadjir Effendy dilantik sebagai Menteri Pendidikan dan Kebudayaan menggantikan Anis Baswedan. Gagasan FDS dilontarkan oleh mantan Rektor sebuah universitas swasta ini sebagai respon terhadap program nawacita presiden RI.\nSalah satunya adalah pendidikan karakter dan budi pekerti, yang mencakup 80 persen. Sementara 20 persennya pengetahuan. Seluruhnya ada 18 butir yang isinya seperti kepribadian, olahraga, hingga agama2. Dengan demikian, konsep FDS ini jika diterapkan akan memperpendek waktu di luar sekolah dan peserta didik mendapatkan tambahan jam untuk pendidikan karakter. Gagasan ini direncanakan akan diterapkan di tingkat sekolah dasar dan sekolah menengah pertama.\nSecara bahasa (etimologi), kata full day school diadopsi dari Bahasa Inggris. Yaitu kata \u201cfull\u201d yang berarti \u201cpenuh\u201d, dan kata \u201cday\u201d yang berarti \u201chari\u201d. Sehingga full day dapat diartikan sebagai \u201csehari penuh\u201d. Sedangkan kata \u201cschool\u201d artinya sekolah. Dengan demikian, istilah full day school jika dilihat dari segi bahasanya adalah sekolah atau kegiatan belajar yang dilakukan sehari penuh. Sedangkan menurut arti secara luas (terminology), istilah \u201cfull day school\u201d mengandung pengertian \u201csistem pendidikan yang menerapkan pembelajaran atau kegiatan belajar mengajar sehari penuh dengan memadukan sistem pengajaran yang intensif yakni dengan menambah jam pelajaran untuk pendalaman materi pelajaran serta pengembangan diri dan kreatifitas.\nDalam konteks ini, kegiatan pembelajaran yang dilaksanakan di sekolah berlangsung mulai pagi hari hingga sore hari, secara rutin sesuai dengan program pada tiap jenjang pendidikannya. Dalam sistem full day school, sebuah lembaga bebas mengatur jadwal mata pelajaran sendiri dengan tetap mengacu pada standar nasional alokasi waktu sebagai standar minimal dan sesuai bobot mata pelajaran, ditambah dengan model-model pendalamannya. Jadi yang terpenting dalam full day school adalah pengaturan jadwal mata pelajaran. Program ini sudah diterapkan di beberapa sekolah yang berlabel sekolah unggulan pada sekolah tingkat dasar SD\/MI swasta. Dalam pelaksanaannya, sekolah yang menerapkan model full day school biayanya relatif mahal dan full day school bagian dari program favorit yang ditonjolkan oleh pihak sekolah.","date_published":"2024-07-26T15:04:49+07:00","date_modified":"2024-07-26T15:04:49+07:00","author":{"name":"Warjito makruf","url":"https:\/\/sosiopedia.com\/author\/superadmin\/","avatar":"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/458a28d8bdaa82bbad91c72ae7065116?s=512&d=mm&r=g"},"image":"https:\/\/cdn.shortpixel.ai\/spai\/q_lossy+ret_img\/https:\/\/sosiopedia.com\/wp-content\/uploads\/2024\/07\/k_zen5a0tlo.jpg","tags":["Informasi"]},{"id":"https:\/\/sosiopedia.com\/pengertian-moral\/","url":"https:\/\/sosiopedia.com\/pengertian-moral\/","title":"Pengertian Moral","content_html":"<p>Moral (Bahasa Latin Moralitas) merupakan istilah manusia menyebut ke manusia atau orang lainnya dalam tindakan yang mempunyai nilai positif. Manusia yang tidak memiliki moral disebut amoral artinya dia tidak bermoral dan tidak memiliki nilai positif di mata manusia lainnya. Sehingga moral adalah hal mutlak yang harus dimiliki oleh manusia. Moral secara ekplisit adalah hal-hal yang berhubungan dengan proses sosialisasi individu tanpa moral manusia tidak bisa melakukan proses sosialisasi. Moral dalam zaman sekarang mempunyai nilai implisit karena banyak orang yang mempunyai moral atau sikap amoral itu dari sudut pandang yang sempit. Moral itu sifat dasar yang diajarkan di sekolah-sekolah dan manusia harus mempunyai moral jika ia ingin dihormati oleh sesamanya. Moral adalah nilai keabsolutan dalam kehidupan bermasyarakat secara utuh. Penilaian terhadap moral diukur dari kebudayaan masyarakat setempat.<\/p>\n<p>Istilah moral berasal dari kata Latin &#8220;mos&#8221; (Moris), yang berarti adat istiadat, kebiasaan, peraturan, niali-nilai atau tata cara kehidupan. Sedangkan moralitas merupakan kemauan untuk menerima dan melakukan peraturan, nilai-nilai atau prinsip-prinsip moral. Nilai-nilai moral itu, seperti: a) Seruan untuk berbuat baik kepada orang lain, memelihara ketertiban dan keamanan, memelihara kebersihan dan memelihara hak orang lain, dan Larangan mencuri, berzina, membunuh, meminum-minumanan keras dan berjudi. b). Seseorang dapat dikatakan bermoral, apabila tingkah laku orang tersebut sesuai dengan nilai-nilai moral yang dijunjung tinggi oleh kelompok sosialnya.<\/p>\n","content_text":"Moral (Bahasa Latin Moralitas) merupakan istilah manusia menyebut ke manusia atau orang lainnya dalam tindakan yang mempunyai nilai positif. Manusia yang tidak memiliki moral disebut amoral artinya dia tidak bermoral dan tidak memiliki nilai positif di mata manusia lainnya. Sehingga moral adalah hal mutlak yang harus dimiliki oleh manusia. Moral secara ekplisit adalah hal-hal yang berhubungan dengan proses sosialisasi individu tanpa moral manusia tidak bisa melakukan proses sosialisasi. Moral dalam zaman sekarang mempunyai nilai implisit karena banyak orang yang mempunyai moral atau sikap amoral itu dari sudut pandang yang sempit. Moral itu sifat dasar yang diajarkan di sekolah-sekolah dan manusia harus mempunyai moral jika ia ingin dihormati oleh sesamanya. Moral adalah nilai keabsolutan dalam kehidupan bermasyarakat secara utuh. Penilaian terhadap moral diukur dari kebudayaan masyarakat setempat.\nIstilah moral berasal dari kata Latin &#8220;mos&#8221; (Moris), yang berarti adat istiadat, kebiasaan, peraturan, niali-nilai atau tata cara kehidupan. Sedangkan moralitas merupakan kemauan untuk menerima dan melakukan peraturan, nilai-nilai atau prinsip-prinsip moral. Nilai-nilai moral itu, seperti: a) Seruan untuk berbuat baik kepada orang lain, memelihara ketertiban dan keamanan, memelihara kebersihan dan memelihara hak orang lain, dan Larangan mencuri, berzina, membunuh, meminum-minumanan keras dan berjudi. b). Seseorang dapat dikatakan bermoral, apabila tingkah laku orang tersebut sesuai dengan nilai-nilai moral yang dijunjung tinggi oleh kelompok sosialnya.","date_published":"2024-07-25T14:24:25+07:00","date_modified":"2024-07-25T14:24:36+07:00","author":{"name":"Warjito makruf","url":"https:\/\/sosiopedia.com\/author\/superadmin\/","avatar":"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/458a28d8bdaa82bbad91c72ae7065116?s=512&d=mm&r=g"},"image":"https:\/\/cdn.shortpixel.ai\/spai\/q_lossy+ret_img\/https:\/\/sosiopedia.com\/wp-content\/uploads\/2024\/07\/pexels-mohamedelaminemsiouri-2246258.jpg","tags":["Informasi"]},{"id":"https:\/\/sosiopedia.com\/apa-itu-dunia-maya\/","url":"https:\/\/sosiopedia.com\/apa-itu-dunia-maya\/","title":"Apa itu Dunia Maya","content_html":"<p>Di era milenial saat ini, dunia maya sudah bukan menjadi sesuatu yang menjadi banyak pertanyaan orang, beda ketika istilah ini muncul di tahun 2000-an awal, dimana teknologi internet menjadi sesuatu hal yang hanya dinikmati oleh kalangan pekerja dan mahasiswa saja, sehingga dunia maya menjadi istilah yang asing dan membuat beberapa orang ingin bertanya apa itu dunia maya.<\/p>\n<p>Cyberspace berasal dari bahasa Yunani, asal katanya adalah kubernan yang berarti ruang maya tanpa batas, imajinatif dan dapat dihayati melalui perwujudan virtual. Cyberspace merupakan ruang yang diwujudkan melalui (jaringan) computer, sifatnya<br \/>\ndigital dan direpresentasikan dalam satuan bit. Cyberspace (dunia maya) adalah media elektronik dalam jaringan computer yang<br \/>\nbanyak dipakai untuk keperluan komunikasi satu arah maupun timbal-balik secara online (terhubung langsung). Dunia maya ini merupakan gabungan dari berbagai peralatan teknologi komunikasi dan jaringan komputer (sensor, tranduser, koneksi, transmisi, prosesor, signal, kontroler) yang dapat menghubungkan peralatan komunikasi (komputer, telepon genggam,dan lain-lain) yang tersebar di seluruh penjuru dunia secara interaktif.<\/p>\n<p>Cyberspace menciptakan sebuah kehidupan yang mungkin nantinya sebagian besar akan dibangun seluruhnya oleh model kehidupan yang dimediasi secara mendasar oleh teknologi, sehingga berbagai fungsi alam kini diambil alih oleh subtitusi teknologisnya, yang disebut kehidupan artifisial. Itu artinya cyberspace ini mampu menciptakan ruang baru dan mengalihkan segala aktivitas manusia dalam berbagai bidang ke dalam bentuk artificial. Sehingga apapun yang biasa kita lakukan di dunia nyata kini bisa kita lakukan di dunia maya.<\/p>\n<p>Perubahan semacam ini juga bisa diartikan sebagai migrasi besar-besaran dalam kehidupan manusia, karena perpindahan dari kehidupan nyata ke kehidupan maya ini menimbulkan dampak yang sangat besar pada masyarakat. Baik dampak positif maupun dampak negatif. Hingga saat ini masyarakat menjadi bergantung pada teknologi informasi secara terus menerus.<\/p>\n<p>Selain itu orang-orang yang berada dalam ranah dunia maya ini bukan hanya orang-orang dewasa, tetapi juga pada saat ini banyak anak-anak di bawah umur yang sudah mengenal dunia maya. Dari sini kita bisa melihat bahwa dari waktu ke waktu pengaruh dari perkembangan teknologi semakin kuat. Kemudian dengan adanya hal ini para penggunaan dunia maya ini disebut dengan masyarakat maya (cyber community).<\/p>\n<h4>pengertian masyarakat cyber<\/h4>\n<p>Masyarakat (Community) adalah kelompok orang yang menempati suatu wilayah (territorial)tertentu, yang hidup dalam jangka waktu yang relative lama, saling berinteraksi dan berkomunikasi, memiliki sisitem hokum berupa nilai dan norma yang mengontrol kehidupan masyarakatnya, terdapat startifikasi social dan memiliki kesadaran sebagai bagian dari anggota masyarakat tersebut. Ketika terdapat penemuan dan perkembangan teknologi informasi seperti yang sudah dijelaskan diatas, terbentuklah masyarakat yang disebut dengan masyarakat global. Dimana masyarakat global ini merupakan gabungan dari individu-individu yang ada di semua belahan dunia yang kemudian di persatukan oleh adanya dunia maya (cyberspace). Masyarakat global ini awalnya terbentuk melalui masyarakat nyata, yakni sebuah kehidupan masyarakat indrawi yang dapat diamati, dirasakan secara langsung, dimana kehidupan social masyarakat dapat langsung kita amati dengan pengindraan. Sedangkan masyarakat mya adalah sebuah kehidupan masyarakat yang tidak dapat diindera secara langsung oleh penginderan manusia, tetapi bisa diamati dan dirasakan sebagai sebuah realita social yang memang benar-benar ada .<\/p>\n","content_text":"Di era milenial saat ini, dunia maya sudah bukan menjadi sesuatu yang menjadi banyak pertanyaan orang, beda ketika istilah ini muncul di tahun 2000-an awal, dimana teknologi internet menjadi sesuatu hal yang hanya dinikmati oleh kalangan pekerja dan mahasiswa saja, sehingga dunia maya menjadi istilah yang asing dan membuat beberapa orang ingin bertanya apa itu dunia maya.\nCyberspace berasal dari bahasa Yunani, asal katanya adalah kubernan yang berarti ruang maya tanpa batas, imajinatif dan dapat dihayati melalui perwujudan virtual. Cyberspace merupakan ruang yang diwujudkan melalui (jaringan) computer, sifatnya\ndigital dan direpresentasikan dalam satuan bit. Cyberspace (dunia maya) adalah media elektronik dalam jaringan computer yang\nbanyak dipakai untuk keperluan komunikasi satu arah maupun timbal-balik secara online (terhubung langsung). Dunia maya ini merupakan gabungan dari berbagai peralatan teknologi komunikasi dan jaringan komputer (sensor, tranduser, koneksi, transmisi, prosesor, signal, kontroler) yang dapat menghubungkan peralatan komunikasi (komputer, telepon genggam,dan lain-lain) yang tersebar di seluruh penjuru dunia secara interaktif.\nCyberspace menciptakan sebuah kehidupan yang mungkin nantinya sebagian besar akan dibangun seluruhnya oleh model kehidupan yang dimediasi secara mendasar oleh teknologi, sehingga berbagai fungsi alam kini diambil alih oleh subtitusi teknologisnya, yang disebut kehidupan artifisial. Itu artinya cyberspace ini mampu menciptakan ruang baru dan mengalihkan segala aktivitas manusia dalam berbagai bidang ke dalam bentuk artificial. Sehingga apapun yang biasa kita lakukan di dunia nyata kini bisa kita lakukan di dunia maya.\nPerubahan semacam ini juga bisa diartikan sebagai migrasi besar-besaran dalam kehidupan manusia, karena perpindahan dari kehidupan nyata ke kehidupan maya ini menimbulkan dampak yang sangat besar pada masyarakat. Baik dampak positif maupun dampak negatif. Hingga saat ini masyarakat menjadi bergantung pada teknologi informasi secara terus menerus.\nSelain itu orang-orang yang berada dalam ranah dunia maya ini bukan hanya orang-orang dewasa, tetapi juga pada saat ini banyak anak-anak di bawah umur yang sudah mengenal dunia maya. Dari sini kita bisa melihat bahwa dari waktu ke waktu pengaruh dari perkembangan teknologi semakin kuat. Kemudian dengan adanya hal ini para penggunaan dunia maya ini disebut dengan masyarakat maya (cyber community).\npengertian masyarakat cyber\nMasyarakat (Community) adalah kelompok orang yang menempati suatu wilayah (territorial)tertentu, yang hidup dalam jangka waktu yang relative lama, saling berinteraksi dan berkomunikasi, memiliki sisitem hokum berupa nilai dan norma yang mengontrol kehidupan masyarakatnya, terdapat startifikasi social dan memiliki kesadaran sebagai bagian dari anggota masyarakat tersebut. Ketika terdapat penemuan dan perkembangan teknologi informasi seperti yang sudah dijelaskan diatas, terbentuklah masyarakat yang disebut dengan masyarakat global. Dimana masyarakat global ini merupakan gabungan dari individu-individu yang ada di semua belahan dunia yang kemudian di persatukan oleh adanya dunia maya (cyberspace). Masyarakat global ini awalnya terbentuk melalui masyarakat nyata, yakni sebuah kehidupan masyarakat indrawi yang dapat diamati, dirasakan secara langsung, dimana kehidupan social masyarakat dapat langsung kita amati dengan pengindraan. Sedangkan masyarakat mya adalah sebuah kehidupan masyarakat yang tidak dapat diindera secara langsung oleh penginderan manusia, tetapi bisa diamati dan dirasakan sebagai sebuah realita social yang memang benar-benar ada .","date_published":"2024-07-25T14:15:09+07:00","date_modified":"2024-07-26T14:52:24+07:00","author":{"name":"Warjito makruf","url":"https:\/\/sosiopedia.com\/author\/superadmin\/","avatar":"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/458a28d8bdaa82bbad91c72ae7065116?s=512&d=mm&r=g"},"image":"https:\/\/cdn.shortpixel.ai\/spai\/q_lossy+ret_img\/https:\/\/sosiopedia.com\/wp-content\/uploads\/2024\/07\/pexels-yaroslav-shuraev-7688503.jpg","tags":["Informasi"]},{"id":"https:\/\/sosiopedia.com\/pengertian-antropologi-dan-perbedaannya-dengan-sosiologi\/","url":"https:\/\/sosiopedia.com\/pengertian-antropologi-dan-perbedaannya-dengan-sosiologi\/","title":"Pengertian Antropologi dan Perbedaannya dengan Sosiologi","content_html":"<p>Bila dilihat sekilas, antara ilmu antropologi dengan sosiologi tidak ada perbedaan sama sekali. Antropologi sosial atau budaya mengkaji tentang masyarakat dan kebudayaan yang bertujuan untuk mencapai pengertian asas-asas kehidupan masyarakat dan kebudayaan pada umumnya, dan ini pun merupakan suatu kajian dari sosiologi. Dengan demikian kajian kedua ilmu tersebut sama yaitu objeknya adalah masyarakat, tetapi dari beberapa sisi ke-dua ilmu ini mempunyai perbedaan, oleh karena itu sosiopedia.com akan membahas dari sisi mana perbedaan ke-duanya.<\/p>\n<h4>Pengertian Antropologi<\/h4>\n<p>Antropologi berasal dari Bahasa Yunani \u201canthropos\u201d yang artinya manusia dan \u201clogy\u201d atau \u201clogos\u201d yang berarti ilmu yang mempelajari tentang manusia. Sedangkan pengertian secara harfiah adalah ilmu yang mempelajari tentng manusia yang berusaha menyusun generalisasi yang bermanfaat bagi manusia itu sendiri, dan memberikan pengertian tentang budaya, tradisi, bahasa, adat istiadat dan lain lain.<\/p>\n<p>Antropologi adalah salah satu cabang ilmu sosial yang mempelajari tentang budaya masyarakat suatu etnis tertentu.<br \/>\nAntropologi lahir atau muncul berawal dari ketertarikan orangorang Eropa yang melihat ciri-ciri fisik, adat istiadat, budaya yang berbeda dari apa yang dikenal di Eropa. Antropologi lebih memusatkan pada penduduk yang merupakan masyarakat tunggal, tunggal dalam arti kesatuan masyarakat yang tinggal daerah yang sama, antropologi mirip seperti sosiologi tetapi pada sosiologi lebih menitik beratkan pada masyarakat dan kehidupan sosialnya. Antropologi memiliki dua sisi holistik dimana meneliti manusia pada tiap waktu dan tiap dimensi kemanusiaannya. Arus utama inilah yang secara tradisional memisahkan antropologi dari disiplin ilmu kemanusiaan lainnya yang menekankan pada perbandingan\/perbedaan budaya antar manusia. Walaupun begitu sisi ini banyak diperdebatkan dan menjadi kontroversi sehingga metode antropologi sekarang seringkali dilakukan pada pemusatan penelitian pada penduduk yang merupakan masyarakat tunggal.<\/p>\n<h4>Perbedaan Antropologi dan Sosiologi<\/h4>\n<p>Sejarah perkembangan ilmu antropologi telah mencatat bahwa ilmu itu sejak mulanya hingga sekarang objek-objek penelitiannya masih tertuju pada masyarakat dan kebudayaan suku bangsa yang hidup di luar langkungan kebudayaan bangsa-bangsa Eropa dan Amerika Modern. Sebaliknya, sejarah perkembangan ilmu sosiologi mencatat bahwa ilmu itu sejak mula hingga sekarang objek-objek penelitiannya tertuju pada masyarakat dan kebudayaan bangsa-bangsa yang hidup dalam lingkungan kebudayaan Eropa dan Amerika.<\/p>\n<p>Namun pada fase perkembangan keempat ilmu antropologi, para sarjana antropologi juga mulai memperhatikan tentang gejala-gejala masyarakat dan lingkungan kebudayaan masyarakat Eropa dan Amerika, sedangkan sejak kira-kira akhir abad ke-19 banyak penelitian sosiologi yang mulai mengolah tentang masyarakat suku bangsa pribumi di luar wilayah Eropa dan Amerika.<\/p>\n<p>Lingkungan masyarakat dan kebudayaan Eropa-Amerika itu dapat dilokasikan dalam kota-kota tidak hanya di negara-negara<br \/>\nEropa dan Amerika, tetapi juga di kota-kota di Afrika, Asia, Oseania dan Amerika Latin. Di luar kota-kota di Afrika, Asia, Oseania dan Amerika Latin itu sifat-sifat kebudayaan EropaAmerika mulai berkurang, dan makin jauhlah kita pergi dari lingkungan masyarakat perkotaan, dan masuk ke dalam masyarakat pedesaan, maka makin berkuranglah unsur-unsur Eropa-Amerika itu. Berdasarkan dari penjelasan di atas dapat dikatakan bahwa ilmu antropologi-sosial terutama mencari objekobjek penelitiannya di dalam masyarakat pedesaan, sedangkan sosiologi di dalam masyarakat perkotaan. Tetapi pegangan tersebut belum bisa dijadikan sebagai pegangan mutlak dalam hal menentukan perbedaan antropologi dan sosiologi dilihat dari objek penelitiannya. Ini desebabkan karena pada akhir-akhir ini tampak gejala bahwa para ahli antropologi pun mulai mencari objek-objek masayarakat yang lebih kompleks atau masyarakat perkotaaan, sebaliknya dalam sosiologi, terutama di Amerika sejak lama berkembang suatu kejuruan yaitu sosiologi pedesaan (rural Sociology) yang memperhatikan tentang masalahmasalah pertanian dalah kehidupan kota kecil masyarakat pedesaan di Amerika Serikat.<\/p>\n<p>Dari penjelasan diatas dapat disimpulakan perbedaan dari antropologi dan sosiologi tidak dapat ditentukan oleh perbedaan-<\/p>\n","content_text":"Bila dilihat sekilas, antara ilmu antropologi dengan sosiologi tidak ada perbedaan sama sekali. Antropologi sosial atau budaya mengkaji tentang masyarakat dan kebudayaan yang bertujuan untuk mencapai pengertian asas-asas kehidupan masyarakat dan kebudayaan pada umumnya, dan ini pun merupakan suatu kajian dari sosiologi. Dengan demikian kajian kedua ilmu tersebut sama yaitu objeknya adalah masyarakat, tetapi dari beberapa sisi ke-dua ilmu ini mempunyai perbedaan, oleh karena itu sosiopedia.com akan membahas dari sisi mana perbedaan ke-duanya.\nPengertian Antropologi\nAntropologi berasal dari Bahasa Yunani \u201canthropos\u201d yang artinya manusia dan \u201clogy\u201d atau \u201clogos\u201d yang berarti ilmu yang mempelajari tentang manusia. Sedangkan pengertian secara harfiah adalah ilmu yang mempelajari tentng manusia yang berusaha menyusun generalisasi yang bermanfaat bagi manusia itu sendiri, dan memberikan pengertian tentang budaya, tradisi, bahasa, adat istiadat dan lain lain.\nAntropologi adalah salah satu cabang ilmu sosial yang mempelajari tentang budaya masyarakat suatu etnis tertentu.\nAntropologi lahir atau muncul berawal dari ketertarikan orangorang Eropa yang melihat ciri-ciri fisik, adat istiadat, budaya yang berbeda dari apa yang dikenal di Eropa. Antropologi lebih memusatkan pada penduduk yang merupakan masyarakat tunggal, tunggal dalam arti kesatuan masyarakat yang tinggal daerah yang sama, antropologi mirip seperti sosiologi tetapi pada sosiologi lebih menitik beratkan pada masyarakat dan kehidupan sosialnya. Antropologi memiliki dua sisi holistik dimana meneliti manusia pada tiap waktu dan tiap dimensi kemanusiaannya. Arus utama inilah yang secara tradisional memisahkan antropologi dari disiplin ilmu kemanusiaan lainnya yang menekankan pada perbandingan\/perbedaan budaya antar manusia. Walaupun begitu sisi ini banyak diperdebatkan dan menjadi kontroversi sehingga metode antropologi sekarang seringkali dilakukan pada pemusatan penelitian pada penduduk yang merupakan masyarakat tunggal.\nPerbedaan Antropologi dan Sosiologi\nSejarah perkembangan ilmu antropologi telah mencatat bahwa ilmu itu sejak mulanya hingga sekarang objek-objek penelitiannya masih tertuju pada masyarakat dan kebudayaan suku bangsa yang hidup di luar langkungan kebudayaan bangsa-bangsa Eropa dan Amerika Modern. Sebaliknya, sejarah perkembangan ilmu sosiologi mencatat bahwa ilmu itu sejak mula hingga sekarang objek-objek penelitiannya tertuju pada masyarakat dan kebudayaan bangsa-bangsa yang hidup dalam lingkungan kebudayaan Eropa dan Amerika.\nNamun pada fase perkembangan keempat ilmu antropologi, para sarjana antropologi juga mulai memperhatikan tentang gejala-gejala masyarakat dan lingkungan kebudayaan masyarakat Eropa dan Amerika, sedangkan sejak kira-kira akhir abad ke-19 banyak penelitian sosiologi yang mulai mengolah tentang masyarakat suku bangsa pribumi di luar wilayah Eropa dan Amerika.\nLingkungan masyarakat dan kebudayaan Eropa-Amerika itu dapat dilokasikan dalam kota-kota tidak hanya di negara-negara\nEropa dan Amerika, tetapi juga di kota-kota di Afrika, Asia, Oseania dan Amerika Latin. Di luar kota-kota di Afrika, Asia, Oseania dan Amerika Latin itu sifat-sifat kebudayaan EropaAmerika mulai berkurang, dan makin jauhlah kita pergi dari lingkungan masyarakat perkotaan, dan masuk ke dalam masyarakat pedesaan, maka makin berkuranglah unsur-unsur Eropa-Amerika itu. Berdasarkan dari penjelasan di atas dapat dikatakan bahwa ilmu antropologi-sosial terutama mencari objekobjek penelitiannya di dalam masyarakat pedesaan, sedangkan sosiologi di dalam masyarakat perkotaan. Tetapi pegangan tersebut belum bisa dijadikan sebagai pegangan mutlak dalam hal menentukan perbedaan antropologi dan sosiologi dilihat dari objek penelitiannya. Ini desebabkan karena pada akhir-akhir ini tampak gejala bahwa para ahli antropologi pun mulai mencari objek-objek masayarakat yang lebih kompleks atau masyarakat perkotaaan, sebaliknya dalam sosiologi, terutama di Amerika sejak lama berkembang suatu kejuruan yaitu sosiologi pedesaan (rural Sociology) yang memperhatikan tentang masalahmasalah pertanian dalah kehidupan kota kecil masyarakat pedesaan di Amerika Serikat.\nDari penjelasan diatas dapat disimpulakan perbedaan dari antropologi dan sosiologi tidak dapat ditentukan oleh perbedaan-","date_published":"2024-07-25T14:00:42+07:00","date_modified":"2024-07-25T14:03:15+07:00","author":{"name":"Warjito makruf","url":"https:\/\/sosiopedia.com\/author\/superadmin\/","avatar":"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/458a28d8bdaa82bbad91c72ae7065116?s=512&d=mm&r=g"},"image":"https:\/\/cdn.shortpixel.ai\/spai\/q_lossy+ret_img\/https:\/\/sosiopedia.com\/wp-content\/uploads\/2024\/07\/pexels-fatima-yusuf-323522203-24275073-scaled.jpg","tags":["Informasi"]},{"id":"https:\/\/sosiopedia.com\/apa-pengertian-sosiologi-olahraga\/","url":"https:\/\/sosiopedia.com\/apa-pengertian-sosiologi-olahraga\/","title":"Apa Pengertian Sosiologi Olahraga","content_html":"<p>Sosiologi olahraga merupakan ilmu terapan tentang kajian sosiologis pada masalah ke olahragaan, Secara terminologi sosiologi olahraga adalah Sosiologi olahraga merupakan ilmu sosial yang diterapkan pada kegiatan olahraga baik dalam lingkup pertandingan maupun latihan, terutama dalam peristiwa atau kejadian yang dihadapi oleh pelatih maupun atlet, baik di dalam atau di luar lapangan, sehingga semua peristiwa itu akan menjadi suatu pengalaman yang berguna bagi pelaksanaan kegiatan berikutnya.<\/p>\n<h4>Pengertian Sosiologi Olahraga Menurut Para Ahli Sosiolog<\/h4>\n<h5>\n1. Donald Chu<\/h5>\n<p>Pengertian sosiologi olahraga menurutnya adalah perpaduan dua pengetahuan mengenai bahasan sosiologi dan olahraga. Panduan ini dilakukan karena olahraga berhubungan erat dengan tindakan yang dilakukan oleh masyarakat, baik berkelompok ataupun individu.<\/p>\n<h5>2. ICSPE (International Council Of Sport And Physical Education)<\/h5>\n<p>Definisi sosiologi olahraga adalah aktivitas manusia yang menyangkut tentang jasmani yang melibatkan beberapa unsur perjuangan, permainan, dan tujuannya adalah menghasilkan kesehatan bagi keberlangsungan hidup masyarakat.<\/p>\n<h5>3. Plessner<\/h5>\n<p>Sosiologi olahraga adalah cabang ilmu sosial yang memberikan penekankan terhadap pentingnya pengembangan olahraga dan kehidupan manusia melalui teori-teori dalam kompensasi manusia.<\/p>\n<h5>4. Nurlan Kusmaedi (2002)<\/h5>\n<p>Menurutnya, arti sosiologi olahraga adalah rekreasi dari kegiatan olahraga yang dilakukan dengan tujuan hiburan\/rekreasi\/wisata.<\/p>\n<h5>5. Philips dan Madge<\/h5>\n<p>Sosiologi olahraga adalah cabang ilmu sosiologi terapan yang terkait dengan olahraga, seperti membahasa tentang pola perilaku sosial, kehidupan dalam kelompok sosial, interaksi sosial, dan hal lainnya yang berkaitan dengan olahraga.<\/p>\n","content_text":"Sosiologi olahraga merupakan ilmu terapan tentang kajian sosiologis pada masalah ke olahragaan, Secara terminologi sosiologi olahraga adalah Sosiologi olahraga merupakan ilmu sosial yang diterapkan pada kegiatan olahraga baik dalam lingkup pertandingan maupun latihan, terutama dalam peristiwa atau kejadian yang dihadapi oleh pelatih maupun atlet, baik di dalam atau di luar lapangan, sehingga semua peristiwa itu akan menjadi suatu pengalaman yang berguna bagi pelaksanaan kegiatan berikutnya.\nPengertian Sosiologi Olahraga Menurut Para Ahli Sosiolog\n\n1. Donald Chu\nPengertian sosiologi olahraga menurutnya adalah perpaduan dua pengetahuan mengenai bahasan sosiologi dan olahraga. Panduan ini dilakukan karena olahraga berhubungan erat dengan tindakan yang dilakukan oleh masyarakat, baik berkelompok ataupun individu.\n2. ICSPE (International Council Of Sport And Physical Education)\nDefinisi sosiologi olahraga adalah aktivitas manusia yang menyangkut tentang jasmani yang melibatkan beberapa unsur perjuangan, permainan, dan tujuannya adalah menghasilkan kesehatan bagi keberlangsungan hidup masyarakat.\n3. Plessner\nSosiologi olahraga adalah cabang ilmu sosial yang memberikan penekankan terhadap pentingnya pengembangan olahraga dan kehidupan manusia melalui teori-teori dalam kompensasi manusia.\n4. Nurlan Kusmaedi (2002)\nMenurutnya, arti sosiologi olahraga adalah rekreasi dari kegiatan olahraga yang dilakukan dengan tujuan hiburan\/rekreasi\/wisata.\n5. Philips dan Madge\nSosiologi olahraga adalah cabang ilmu sosiologi terapan yang terkait dengan olahraga, seperti membahasa tentang pola perilaku sosial, kehidupan dalam kelompok sosial, interaksi sosial, dan hal lainnya yang berkaitan dengan olahraga.","date_published":"2024-07-21T15:53:00+07:00","date_modified":"2024-07-21T15:53:00+07:00","author":{"name":"Warjito makruf","url":"https:\/\/sosiopedia.com\/author\/superadmin\/","avatar":"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/458a28d8bdaa82bbad91c72ae7065116?s=512&d=mm&r=g"},"image":"https:\/\/cdn.shortpixel.ai\/spai\/q_lossy+ret_img\/https:\/\/sosiopedia.com\/wp-content\/uploads\/2024\/07\/2207.jpg","tags":["Informasi"]},{"id":"https:\/\/sosiopedia.com\/kegunaan-dan-peran-sosiologi-bagi-masyarakat-indonesia\/","url":"https:\/\/sosiopedia.com\/kegunaan-dan-peran-sosiologi-bagi-masyarakat-indonesia\/","title":"Kegunaan dan Peran Sosiologi Bagi Masyarakat Indonesia","content_html":"<p>Mungkin kita bagi masyarakat umum ataupun bagi pelajar pun pasti ada yang masih bingung, setelah lulus dari kuliah jurusan sosiologi itu nanti kerjanya kemana ya, soalnya secara zohir memang kita jarang bahkan ada yang belum menemukan seorang sosiolog yang tampil dimasyarakat ataupun di institusi pemerintah maupun di perusahaan, karena saking jarangnya ditemui individu sosiolog yang tampil mencolok inilah, banyak menganggap kalau lulusan sosiologi ini akan berakhir menjadi pekerja yang tidak linier dengan jurusannya. Banyak yang jadi sales, guru honorer, ataupun profesi &#8211; profesi lainnya yang tidak berhubungan dengan sosiologi,<\/p>\n<p>Tidak dipungkiri redaksi diatas memang tidak sepenuhnya salah, tapi memang alumnus sosiologi jarang terlihat tapi mereka ini selalu dibutuhkan oleh banyak institusi maupun perusahaan lo, tidak percaya, salah satunya proyek IKN pemerintah yang ingin memindahkan ibukota dari DKI Jakarta ke salah satu daerah di kalimantan, selain hasil analisa dampak lingkungan, ekonomi, sosiologi juga berperan secara penting untuk dijadikan rujukan sebagai salah satu sumber pendapat yang harus di telaah dan dijadikan patokan agar proyek ini sukses, nah itu salah satu peran sosiologi yang mungkin bisa kita lihat. Tetapi memang peran sosiologi ini terkesan tidak terlihat tapi akan selalu dirasakan, yang bisa di istilahkan sebagai pekerjaan underground (tidak terlihat tapi tetap sangat dibutuhkan).<\/p>\n<h4>2 kegunaan sosiolog pada masyarakat<\/h4>\n<p>Pada kenyataannya banyak sosiolog yang dipekerjakan dalam instansi-instansi negara maupun menjadi konsultan berbagai perencanaan pembangunan. Dalam hal ini tentunya peran sosiolog sangat dibutuhkan terutama yang berkaitan dengan penelitian,<br \/>\npengolahan data dan perencanaaan kebijakan yang menyangkut kepentingan masyarakat. Kegunaan sosiologi bagi masyarakat adalah :<\/p>\n<h5>Untuk Pembangunan<\/h5>\n<p>Sosiologi berguna untuk memberikan data sosial yang diperlukan pada tahap perenca-naan pelaksanaan maupun penilaian pembangunan. Pada tahap perencanaan, yang harus diperhatikan adalah apa yang menjadi kebutuhan sosial. Pada tahap pelaksanaan yang harus dilihat adalah kekuatan sosial dalam masyarakat serta proses perubahan sosialnya. Dan pada tahap penilaian yang harus dilakukan adalah analisis terhadap efek atau dampak sosial pembangunan tersebut.<\/p>\n<h5>Untuk Penelitian<\/h5>\n<p>Dengan penelitian dan penyelidikan sosiologis, akan diperoleh suatu perencanaan a-tau pemecahan masalah sosial yang baik. Di negara yang sedang membangun, peran sosiolog sangat dibutuhkan. Berdasarkan hasil penelitian sosiologis, para pengambil-an keputusan dapat menyusun rencana dan cara pemecahan suatu masalah sosial. Contohnya, cara pencegahan kenakalan remaja dan cara meningkatkan kembali rasa solidaritas antarwarga yang semakin pudar.<\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<h4>Peran sosiologi pada masyarakat<\/h4>\n<p>Sebagai ahli ilmu kemasyarakatan, para sosiolog tentu sangat berperan dalam mem-bangun masyarakat terutama di daerah yang sedang berkembang. Bentuk-bentuk pe-ran para ahli tersebut dapat kita gambarkan sebagai berikut:<\/p>\n<p>1. Sosiolog Sebagai Ahli Riset<\/p>\n<p>Seperti semua ilmuan lainnya, para sosiolog menaruh perhatian pada pengumpulan dan penggunaan data. Untuk itu, para sosiolog melakukan riset ilmiah untuk mencari data tentang kehidupan sosial suatu masyarakat. Data itu kemudian diolah menjadi suatu karya ilmiah yang berguna bagi pengambilan keputusan untuk memecahkan masalah-masalah dalam masyarakat.<\/p>\n<p>Dalam kaitan dengan hal ini, seorang sosiolog harus mampu men-ernihkan berbagai anggapan keliru yang berkembang dalam masyarakat. Dari hasil penilitiannya, sosio-log harus dapat menghadirkan kebenaran-kebenaran agar dampak negatif yang mung-kin ditimbulkan oleh kekeliruan dalam masyarakat dapat dihindari. Berdasarkan hal i-tu pula, seorang sosiolog bisa menghadirkan ramalan sosial yang didasarkan pada pola-pola, kecenderungan, dan perubahan yang paling mungkin terjadi.<\/p>\n<p>2 Sosiolog Sebagai Konsultan Kebijakan<\/p>\n<p>Ramalan sosiologi dapat membantu memperkirakan pengaruh kebijakan sosial yang mungkin terjadi. Setiap kebijakan sosial adalah suatu ramalan. Artinya, kebijakan diambil dengan suatu harapan menghasilkan pengaruh atau dampak yang diinginkan. Namun, sering terjadi bahwa kebijakan yang diambil tidak memenuhi harapan terse-but.<\/p>\n<p>Salah satu faktornya adalah ketidakakuratan kesimpulan atau dugaan yang salah terhadap permasalahannya.<\/p>\n<p>3. Sosiolog Sebagai Teknisi<\/p>\n<p>Beberapa sosiolog terlibat dalam perencanaan dan pelaksanaan kegiatan masyarakat. Mereka memberi saransaran, baik dalam penyelesaian berbagai masalah hubungan masyarkat, hubungan antarkaryawan, masalah moral, maupun hubungan antar kelompok dalam suatu organisasi.<\/p>\n<p>Dalam kedudukan seperti ini, sosiolog bekerja sebagai ilmuan terapan (applied scien-tist). Mereka dituntut untuk menggunakan pengetahuan ilmiahnya. Dalam mencari ni-lainilai tertentu, seperti efisiensi kerja atau efektifitas suatu program atau kegiatan masyarakat.<\/p>\n<p>4.\u00a0 Sosiolog Sebagai Guru atau Pendidik<\/p>\n<p>Dalam menyajikan suatu fakta, seorang sosiolog harus bersikap netral dan objektif. Contohnya, dalam menyajikan data tentang masalah kemiskinan, seorang sosiolog tidak boleh menciptakan anggapan sebagai pendukung suatu proyek atau kegiatan ter-tentu atau mengubahnya sehingga terkesan reformis, konservatif, dan sebagainya.<\/p>\n<p>Sosiolog dapat menyajikan contoh-contoh konkret tentang bagaimana keterlibatan mereka dalam pemecahan masalah sosial. Keterlibatan mereka dalam kegiatan-ke-giatan sosial yang bersifat membangun serta menunjukkan apa yang telah mereka pelajari dari pengalaman-pengalaman tersebut.<\/p>\n<p>sumber : YAYASAN SANDHYKARA PUTRA TELKOM ( BAGAS RAMANDA G, FANNY RAHMAWATI, M.ARIFIN, SILVI AYUNDA)<\/p>\n","content_text":"Mungkin kita bagi masyarakat umum ataupun bagi pelajar pun pasti ada yang masih bingung, setelah lulus dari kuliah jurusan sosiologi itu nanti kerjanya kemana ya, soalnya secara zohir memang kita jarang bahkan ada yang belum menemukan seorang sosiolog yang tampil dimasyarakat ataupun di institusi pemerintah maupun di perusahaan, karena saking jarangnya ditemui individu sosiolog yang tampil mencolok inilah, banyak menganggap kalau lulusan sosiologi ini akan berakhir menjadi pekerja yang tidak linier dengan jurusannya. Banyak yang jadi sales, guru honorer, ataupun profesi &#8211; profesi lainnya yang tidak berhubungan dengan sosiologi,\nTidak dipungkiri redaksi diatas memang tidak sepenuhnya salah, tapi memang alumnus sosiologi jarang terlihat tapi mereka ini selalu dibutuhkan oleh banyak institusi maupun perusahaan lo, tidak percaya, salah satunya proyek IKN pemerintah yang ingin memindahkan ibukota dari DKI Jakarta ke salah satu daerah di kalimantan, selain hasil analisa dampak lingkungan, ekonomi, sosiologi juga berperan secara penting untuk dijadikan rujukan sebagai salah satu sumber pendapat yang harus di telaah dan dijadikan patokan agar proyek ini sukses, nah itu salah satu peran sosiologi yang mungkin bisa kita lihat. Tetapi memang peran sosiologi ini terkesan tidak terlihat tapi akan selalu dirasakan, yang bisa di istilahkan sebagai pekerjaan underground (tidak terlihat tapi tetap sangat dibutuhkan).\n2 kegunaan sosiolog pada masyarakat\nPada kenyataannya banyak sosiolog yang dipekerjakan dalam instansi-instansi negara maupun menjadi konsultan berbagai perencanaan pembangunan. Dalam hal ini tentunya peran sosiolog sangat dibutuhkan terutama yang berkaitan dengan penelitian,\npengolahan data dan perencanaaan kebijakan yang menyangkut kepentingan masyarakat. Kegunaan sosiologi bagi masyarakat adalah :\nUntuk Pembangunan\nSosiologi berguna untuk memberikan data sosial yang diperlukan pada tahap perenca-naan pelaksanaan maupun penilaian pembangunan. Pada tahap perencanaan, yang harus diperhatikan adalah apa yang menjadi kebutuhan sosial. Pada tahap pelaksanaan yang harus dilihat adalah kekuatan sosial dalam masyarakat serta proses perubahan sosialnya. Dan pada tahap penilaian yang harus dilakukan adalah analisis terhadap efek atau dampak sosial pembangunan tersebut.\nUntuk Penelitian\nDengan penelitian dan penyelidikan sosiologis, akan diperoleh suatu perencanaan a-tau pemecahan masalah sosial yang baik. Di negara yang sedang membangun, peran sosiolog sangat dibutuhkan. Berdasarkan hasil penelitian sosiologis, para pengambil-an keputusan dapat menyusun rencana dan cara pemecahan suatu masalah sosial. Contohnya, cara pencegahan kenakalan remaja dan cara meningkatkan kembali rasa solidaritas antarwarga yang semakin pudar.\n&nbsp;\nPeran sosiologi pada masyarakat\nSebagai ahli ilmu kemasyarakatan, para sosiolog tentu sangat berperan dalam mem-bangun masyarakat terutama di daerah yang sedang berkembang. Bentuk-bentuk pe-ran para ahli tersebut dapat kita gambarkan sebagai berikut:\n1. Sosiolog Sebagai Ahli Riset\nSeperti semua ilmuan lainnya, para sosiolog menaruh perhatian pada pengumpulan dan penggunaan data. Untuk itu, para sosiolog melakukan riset ilmiah untuk mencari data tentang kehidupan sosial suatu masyarakat. Data itu kemudian diolah menjadi suatu karya ilmiah yang berguna bagi pengambilan keputusan untuk memecahkan masalah-masalah dalam masyarakat.\nDalam kaitan dengan hal ini, seorang sosiolog harus mampu men-ernihkan berbagai anggapan keliru yang berkembang dalam masyarakat. Dari hasil penilitiannya, sosio-log harus dapat menghadirkan kebenaran-kebenaran agar dampak negatif yang mung-kin ditimbulkan oleh kekeliruan dalam masyarakat dapat dihindari. Berdasarkan hal i-tu pula, seorang sosiolog bisa menghadirkan ramalan sosial yang didasarkan pada pola-pola, kecenderungan, dan perubahan yang paling mungkin terjadi.\n2 Sosiolog Sebagai Konsultan Kebijakan\nRamalan sosiologi dapat membantu memperkirakan pengaruh kebijakan sosial yang mungkin terjadi. Setiap kebijakan sosial adalah suatu ramalan. Artinya, kebijakan diambil dengan suatu harapan menghasilkan pengaruh atau dampak yang diinginkan. Namun, sering terjadi bahwa kebijakan yang diambil tidak memenuhi harapan terse-but.\nSalah satu faktornya adalah ketidakakuratan kesimpulan atau dugaan yang salah terhadap permasalahannya.\n3. Sosiolog Sebagai Teknisi\nBeberapa sosiolog terlibat dalam perencanaan dan pelaksanaan kegiatan masyarakat. Mereka memberi saransaran, baik dalam penyelesaian berbagai masalah hubungan masyarkat, hubungan antarkaryawan, masalah moral, maupun hubungan antar kelompok dalam suatu organisasi.\nDalam kedudukan seperti ini, sosiolog bekerja sebagai ilmuan terapan (applied scien-tist). Mereka dituntut untuk menggunakan pengetahuan ilmiahnya. Dalam mencari ni-lainilai tertentu, seperti efisiensi kerja atau efektifitas suatu program atau kegiatan masyarakat.\n4.\u00a0 Sosiolog Sebagai Guru atau Pendidik\nDalam menyajikan suatu fakta, seorang sosiolog harus bersikap netral dan objektif. Contohnya, dalam menyajikan data tentang masalah kemiskinan, seorang sosiolog tidak boleh menciptakan anggapan sebagai pendukung suatu proyek atau kegiatan ter-tentu atau mengubahnya sehingga terkesan reformis, konservatif, dan sebagainya.\nSosiolog dapat menyajikan contoh-contoh konkret tentang bagaimana keterlibatan mereka dalam pemecahan masalah sosial. Keterlibatan mereka dalam kegiatan-ke-giatan sosial yang bersifat membangun serta menunjukkan apa yang telah mereka pelajari dari pengalaman-pengalaman tersebut.\nsumber : YAYASAN SANDHYKARA PUTRA TELKOM ( BAGAS RAMANDA G, FANNY RAHMAWATI, M.ARIFIN, SILVI AYUNDA)","date_published":"2024-07-21T11:13:04+07:00","date_modified":"2024-07-21T11:14:54+07:00","author":{"name":"Warjito makruf","url":"https:\/\/sosiopedia.com\/author\/superadmin\/","avatar":"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/458a28d8bdaa82bbad91c72ae7065116?s=512&d=mm&r=g"},"image":"https:\/\/cdn.shortpixel.ai\/spai\/q_lossy+ret_img\/https:\/\/sosiopedia.com\/wp-content\/uploads\/2024\/07\/4976422.jpg","tags":["Berita"]},{"id":"https:\/\/sosiopedia.com\/hubungan-sosiologi-dengan-ilmu-ekonomi\/","url":"https:\/\/sosiopedia.com\/hubungan-sosiologi-dengan-ilmu-ekonomi\/","title":"Hubungan Sosiologi Dengan Ilmu Ekonomi","content_html":"<p>Secara ringkas ke 2 ilmu pengatahuan ini pasti mempunyai hubungan erat antara satu dan lainnya, dikarenakan tujuan interaksi antar manusia yang selalu dianalisa sebagai objek ilmu sosiologi, menjadikan motivasi uang sebagai salah satu kesepakatan yang tertulis ataupun tidak tertulis dalam relasi mereka, dan sudah menjadi rahasia umum, sebagian besar waktu manusia dipakai untuk bekerja dimana tujuannya adalah ekonomi, oleh karena itu antara sosiologi dan ekonomi akan selalu menjadi materi penelitian yang menarik bagi para sosiolog dan ekonom.<\/p>\n<p>Ilmu ekonomi sendiri bertujuan untuk mempelajari usaha-usaha manusia dalam memenuhi kebutuhannya yang beraneka ragam,\u00a0 dengan keterbatasan barang dan jasa yang tersedia. Misalnya ilmu ekonomi berusaha memecahkan persoalan yang timbul karena tidak seimbangnya persediaan pangan dengan jumlah penduduk, serta mempelajari usaha menaikkan produksi guna memenuhi kebutuhan masyarakat.<\/p>\n<p>Adapun sosiologi mempelajari unsur-unsur kemasyarakatan secara keseluruhan. Sosiologi mempelajari bagaimana manusia<br \/>\nberinteraksi, bekerja sama, bersaing dalam upaya-upaya pemenuhan kebutuhan.<\/p>\n<p>Uang tidak akan mudah berpindah keluar masuk bank dengan sendirinya atau sebagai jawaban atas kekuatan yang semata-mata<br \/>\nbukan perseorangan. Hal itu disimpan di sana oleh orang-orang yang telah membuat keputusan sosial tentang antisipasi sesuatu maupun menabung untuk kepentingan pendidikan bagi anak-anak mereka, maupun untuk membeli kondominium. Hal itu merupakan upaya yang sangat aktif oleh orang-orang yang ingin memiki kepastain masa depan yang lebih cerah. Hubungan antara ekonomi dan sosiologi bahwa ekonomi yang merupakan basis perilaku sosial yang ikut menentukan tipe dan bentuk interaksi mereka. Para ahli sosiologi mengakui bahwa ekonomi dan material itu memiliki pengaruh atas minat serta motivasi kerja pada masyarakat (Popenoe, 1983: 7).<\/p>\n","content_text":"Secara ringkas ke 2 ilmu pengatahuan ini pasti mempunyai hubungan erat antara satu dan lainnya, dikarenakan tujuan interaksi antar manusia yang selalu dianalisa sebagai objek ilmu sosiologi, menjadikan motivasi uang sebagai salah satu kesepakatan yang tertulis ataupun tidak tertulis dalam relasi mereka, dan sudah menjadi rahasia umum, sebagian besar waktu manusia dipakai untuk bekerja dimana tujuannya adalah ekonomi, oleh karena itu antara sosiologi dan ekonomi akan selalu menjadi materi penelitian yang menarik bagi para sosiolog dan ekonom.\nIlmu ekonomi sendiri bertujuan untuk mempelajari usaha-usaha manusia dalam memenuhi kebutuhannya yang beraneka ragam,\u00a0 dengan keterbatasan barang dan jasa yang tersedia. Misalnya ilmu ekonomi berusaha memecahkan persoalan yang timbul karena tidak seimbangnya persediaan pangan dengan jumlah penduduk, serta mempelajari usaha menaikkan produksi guna memenuhi kebutuhan masyarakat.\nAdapun sosiologi mempelajari unsur-unsur kemasyarakatan secara keseluruhan. Sosiologi mempelajari bagaimana manusia\nberinteraksi, bekerja sama, bersaing dalam upaya-upaya pemenuhan kebutuhan.\nUang tidak akan mudah berpindah keluar masuk bank dengan sendirinya atau sebagai jawaban atas kekuatan yang semata-mata\nbukan perseorangan. Hal itu disimpan di sana oleh orang-orang yang telah membuat keputusan sosial tentang antisipasi sesuatu maupun menabung untuk kepentingan pendidikan bagi anak-anak mereka, maupun untuk membeli kondominium. Hal itu merupakan upaya yang sangat aktif oleh orang-orang yang ingin memiki kepastain masa depan yang lebih cerah. Hubungan antara ekonomi dan sosiologi bahwa ekonomi yang merupakan basis perilaku sosial yang ikut menentukan tipe dan bentuk interaksi mereka. Para ahli sosiologi mengakui bahwa ekonomi dan material itu memiliki pengaruh atas minat serta motivasi kerja pada masyarakat (Popenoe, 1983: 7).","date_published":"2023-06-30T16:25:12+07:00","date_modified":"2023-06-27T16:41:04+07:00","author":{"name":"warjito makruf","url":"https:\/\/sosiopedia.com\/author\/warjito\/","avatar":"https:\/\/cdn.shortpixel.ai\/spai\/q_lossy+ret_img\/https:\/\/sosiopedia.com\/wp-content\/uploads\/2023\/04\/profil-warjito-makruf-512x512.jpg"},"image":"https:\/\/cdn.shortpixel.ai\/spai\/q_lossy+ret_img\/https:\/\/sosiopedia.com\/wp-content\/uploads\/2023\/06\/513044.jpg","tags":["hubungan sosiologi dengan ilmu lain","Informasi"]}]}