{"version":"https:\/\/jsonfeed.org\/version\/1","user_comment":"This feed allows you to read the posts from this site in any feed reader that supports the JSON Feed format. To add this feed to your reader, copy the following URL -- https:\/\/sosiopedia.com\/tag\/featured\/feed\/json\/ -- and add it your reader.","home_page_url":"https:\/\/sosiopedia.com\/tag\/featured\/","feed_url":"https:\/\/sosiopedia.com\/tag\/featured\/feed\/json\/","title":"sosiopedia.com","description":"Portal pengetahuan untuk psikologi dan sosiologi Indonesia","icon":"https:\/\/cdn.shortpixel.ai\/spai\/q_lossy+ret_img\/https:\/\/sosiopedia.com\/wp-content\/uploads\/2020\/07\/cropped-ICON.png","items":[{"id":"https:\/\/sosiopedia.com\/peristiwa-penting-yang-mendorong-lahirnya-sosiologi-di-eropa\/","url":"https:\/\/sosiopedia.com\/peristiwa-penting-yang-mendorong-lahirnya-sosiologi-di-eropa\/","title":"Peristiwa Penting Yang Mendorong Lahirnya Sosiologi Di Eropa","content_html":"<p>Meski banyak ahli sosiologi saat ini meyakini kalau sebenarnya ilmu sosiologi itu jauh sudah terlahir sebelum abad 19, tetapi mereka sepakat kalau ilmu sosiologi baru dirumuskan dan dijadikan salah satu disiplin ilmu yang mandiri di abad ke-19 oleh Auguste Comte, adapun peristiwa-peristiwa penting yang mendorong lahirnya sosiologi sebagai salah satu ilmu tersendiri bisa kita lihat alurnya sebagai berikut:<\/p>\n<h3>A. Tumbuhnya kapitalisme pada akhir abad 15<\/h3>\n<p>Kapitalisme muncul di Eropa Barat di akhir abad ke-15 tepatnya pada tahun1492. Dalam sejarah Eropa, ada dua kejadian sejarah yang merupakan tonggak bagi lahirnya sistem kapitalisme, yaitu Pertama, munculnya buku Adam Smith yang berjudul The Wealth of the Nations. Kedua, revolusi Perancis 1789 yang merupakan revolusi kaum borjuis pertama yang menjadi lambang keruntuhan sistem feodal di Eropa. Lalu masuklah sistem kapitalis yang membuat sistem keserakahan menjadi hal yang wajar dan keserakahan dijadikan motor pembangunan ekonomi.<\/p>\n<h3>B. Revolusi industri pada abad ke 18<\/h3>\n<p>Sebelum Revolusi Industri terjadi, manusia memproduksi barang atau jasa hanya mengandalkan tenaga otot, tenaga air, ataupun tenaga angin. Hal ini memiliki kendala yang cukup besar, karena seperti kita ketahui bahwa tenaga-tenaga tersebut cukup terbatas. Misalkan tenaga otot: untuk mengangkat barang berat, bahkan dengan menggunakan katrol, dibutuhkan istirahat berkala. Hal tersebut merupakan bentuk non-efisiensi waktu dan tenaga.<\/p>\n<p>Hingga pada tahun 1776, James Watt menemukan mesin uap yang mengubah sejarah. Penemuan mesin uap menjadikan proses produksi lebih efisien dan murah. Tiada lagi permasalahan waktu dan tempat spesifik yang diperlukan untuk memproduksi sesuatu.<\/p>\n<p>Sebagai contoh, sebelum mesin uap ditemukan, kapal berlayar dengan tenaga angin dimana memerlukan waktu bertahun-tahun untuk berkeliling dari satu negara ke negara lainnya. Sedangkan dengan adanya mesin uap, dapat menghemat waktu hampir 80%.<\/p>\n<h3>C. Revolusi Perancis<\/h3>\n<p>revolusi di Perancis juga dimulai dengan pemerasan berupa peraturan pembayaran pajak yang tidak masuk akal untuk menutupi kerugian akibat perang. Saat itu pemerintahan feodal Perancis membagi masyarakat dalam 3 kelas, yaitu raja dan bangsawan (golongan 1), tuan tanah dan pemuka agama (golongan 2), serta rakyat biasa (golongan 3).<\/p>\n<p>Pembagian kelas ini berpengaruh kepada kebijakan pajak yang dikeluarkan. Golongan pertama dan kedua tidak diwajibkan untuk membayar pajak, sedangkan golongan ketiga wajib. Selain membayar pajak kepada negara,warga golongan ke 3 ini juga terkadang harus membayarkan pajak kepada tuan tanah. Hal ini menimbulkan kesenjangan sosial dan ketidakpuasan rakyat, yang mayoritasnya adalah golongan ke 3.<\/p>\n<p>Ketidaksepakatan memuncak kala rakyat meminta supaya golongan 1 dan 2 harus ikut membayar pajak. Sayangnya, raja tidak menyetujuinya. Rakyat akhirnya mengadakan perkumpulan dan menyatakan akan membuat keadaan lebih adil dan baik bagi mereka.<\/p>\n<p>Sampai pada Juli 1789, kekacauan merebak. Paris berubah menjadi lautan teror. Penjarahan, kerusuhan, dan pembakaran terjadi di penjuru kota. Tentara kerajaan diturunkan untuk menenangkan massa, tetapi terjadi penembakan yang melukai beberapa orang. Rakyat yang semakin marah pun mendatangi penjara Bastille pada 14 Juli. Massa mendobrak masuk untuk mengambil persenjataan dan melepaskan mereka yang sedang ditahan.<\/p>\n<p>Pembobolan penjara ini seolah adalah simbol runtuhnya kekuasaan raja dan pengambilan kekuasaan oleh rakyat. Hal ini praktis membuat kerajaan Perancis tidak beroperasi dan pemerintahan dibekukan. Rakyat dengan semangat Liberte, Egalite, Fraternite (kebebasan, persamaan, dan persaudaraan) merumuskan pemerintahan baru yang berbentuk republik.<br \/>\nRevolusi Perancis adalah suatu penanda dan bukti nyata bahwa raja bukanlah pemimpin yang absolut. Kemanusiaan dan persamaan adalah hak semua orang. Penindasan adalah sesuatu yang salah.<\/p>\n<h3>D. Perubahan sosial politik di Eropa<\/h3>\n<p>Pada abad ke-19 terjadi Revolusi Perancis yang mengakibatkan dampak negatif terhadap perubahan sosial salah satunya adalah adanya konflik antar kelas sosial dalam masyarakat yang seolah mengarahkan pada sikap anarkisme dalam masyarakat.<\/p>\n<p>Dari peristiwa tersebut akhirnya banyak sistem negara di eropa beralih dari sistem monarki ke sistem demokrasi, kekuasaan gereja pun semakin berkurang sehingga bermunculan aturan sosial baru yang digunakan masyarakat eropa.<\/p>\n<h3>E. Lahirnya ilmu pengetahuan dan teknologi modern.<\/h3>\n<p>Zaman ini sebenarnya sudah terintis mulai dari abad 14 M. Tetapi, indikator yang nyata terlihat jelas pada abad 17 M dan berlangsung hingga abad 20 M. Hal ini ditandai dengan adanya penemuan-penemuan dalam bidang ilmiah. (Surajiyo:2007:87). Menurut Slamet Iman Sontoso, ada tiga sumber pokok yang menyebabkan berkembangnya ilmu pengetahuan di Eropa dengan pesat, yaitu hubungan antara kerajaan Islam di Semenanjung Liberia dengan negara Perancis, terjadinya Perang Salib dari tahun 1100-1300, dan jatuhnya Istambul ke tangan Turki pada tahun 1453. (Tim Dosen Filsafat Ilmu :2001:79)<\/p>\n<p>Perkembangan ilmu pengetahuan pada zaman modern ini sesungguhnya sudah dirintis sejak zaman Renaissance. Renaissance sering diartikan denagn kebangkitan, peralihan, atau lahir kembali (rebirth), yaitu di lahirkan kembali sebagai manusia yang bebas untuk berpikir , dan jauh dari ajaran-ajaran agama.<\/p>\n<h3>F. Meningkatnya individualisme<\/h3>\n<p>Kejadian revolusi industri dan revolusi perancis, akhirnya timbul kelompok-kelompok sosial baru di masyarakat, ditambah kapitalisme yang berkembang karena timbulnya orang-orang kaya yang terlahir dari keluarga non bangsawan, sehingga individualisme menjadi semakin tumbuh subur dengan adanya 2 peristiwa besar eropa tersebut.<\/p>\n<h3>G. Berkembang kepercayaan pada diri sendiri<\/h3>\n<p>Dahulu untuk menjadi orang terpandang dimasyarakat, jalannya hanya sedikit, yaitu: terlahir dari keluarga bangsawan, menjadi pemuka agama kristen dan katolik, atau lewat jalan menjadi kesatria. tetapi ketika terjadinya revolusi industri setiap orang berpotensi untuk menjadi orang terhormat dengan uang yang didapatkan dari bekerja maupun dari profesi baru yang ada karena revolusi industri tersebut, sehingga kepercayaan masyarakat umum pada diri sendiri meningkat pesat.<\/p>\n","content_text":"Meski banyak ahli sosiologi saat ini meyakini kalau sebenarnya ilmu sosiologi itu jauh sudah terlahir sebelum abad 19, tetapi mereka sepakat kalau ilmu sosiologi baru dirumuskan dan dijadikan salah satu disiplin ilmu yang mandiri di abad ke-19 oleh Auguste Comte, adapun peristiwa-peristiwa penting yang mendorong lahirnya sosiologi sebagai salah satu ilmu tersendiri bisa kita lihat alurnya sebagai berikut:\nA. Tumbuhnya kapitalisme pada akhir abad 15\nKapitalisme muncul di Eropa Barat di akhir abad ke-15 tepatnya pada tahun1492. Dalam sejarah Eropa, ada dua kejadian sejarah yang merupakan tonggak bagi lahirnya sistem kapitalisme, yaitu Pertama, munculnya buku Adam Smith yang berjudul The Wealth of the Nations. Kedua, revolusi Perancis 1789 yang merupakan revolusi kaum borjuis pertama yang menjadi lambang keruntuhan sistem feodal di Eropa. Lalu masuklah sistem kapitalis yang membuat sistem keserakahan menjadi hal yang wajar dan keserakahan dijadikan motor pembangunan ekonomi.\nB. Revolusi industri pada abad ke 18\nSebelum Revolusi Industri terjadi, manusia memproduksi barang atau jasa hanya mengandalkan tenaga otot, tenaga air, ataupun tenaga angin. Hal ini memiliki kendala yang cukup besar, karena seperti kita ketahui bahwa tenaga-tenaga tersebut cukup terbatas. Misalkan tenaga otot: untuk mengangkat barang berat, bahkan dengan menggunakan katrol, dibutuhkan istirahat berkala. Hal tersebut merupakan bentuk non-efisiensi waktu dan tenaga.\nHingga pada tahun 1776, James Watt menemukan mesin uap yang mengubah sejarah. Penemuan mesin uap menjadikan proses produksi lebih efisien dan murah. Tiada lagi permasalahan waktu dan tempat spesifik yang diperlukan untuk memproduksi sesuatu.\nSebagai contoh, sebelum mesin uap ditemukan, kapal berlayar dengan tenaga angin dimana memerlukan waktu bertahun-tahun untuk berkeliling dari satu negara ke negara lainnya. Sedangkan dengan adanya mesin uap, dapat menghemat waktu hampir 80%.\nC. Revolusi Perancis\nrevolusi di Perancis juga dimulai dengan pemerasan berupa peraturan pembayaran pajak yang tidak masuk akal untuk menutupi kerugian akibat perang. Saat itu pemerintahan feodal Perancis membagi masyarakat dalam 3 kelas, yaitu raja dan bangsawan (golongan 1), tuan tanah dan pemuka agama (golongan 2), serta rakyat biasa (golongan 3).\nPembagian kelas ini berpengaruh kepada kebijakan pajak yang dikeluarkan. Golongan pertama dan kedua tidak diwajibkan untuk membayar pajak, sedangkan golongan ketiga wajib. Selain membayar pajak kepada negara,warga golongan ke 3 ini juga terkadang harus membayarkan pajak kepada tuan tanah. Hal ini menimbulkan kesenjangan sosial dan ketidakpuasan rakyat, yang mayoritasnya adalah golongan ke 3.\nKetidaksepakatan memuncak kala rakyat meminta supaya golongan 1 dan 2 harus ikut membayar pajak. Sayangnya, raja tidak menyetujuinya. Rakyat akhirnya mengadakan perkumpulan dan menyatakan akan membuat keadaan lebih adil dan baik bagi mereka.\nSampai pada Juli 1789, kekacauan merebak. Paris berubah menjadi lautan teror. Penjarahan, kerusuhan, dan pembakaran terjadi di penjuru kota. Tentara kerajaan diturunkan untuk menenangkan massa, tetapi terjadi penembakan yang melukai beberapa orang. Rakyat yang semakin marah pun mendatangi penjara Bastille pada 14 Juli. Massa mendobrak masuk untuk mengambil persenjataan dan melepaskan mereka yang sedang ditahan.\nPembobolan penjara ini seolah adalah simbol runtuhnya kekuasaan raja dan pengambilan kekuasaan oleh rakyat. Hal ini praktis membuat kerajaan Perancis tidak beroperasi dan pemerintahan dibekukan. Rakyat dengan semangat Liberte, Egalite, Fraternite (kebebasan, persamaan, dan persaudaraan) merumuskan pemerintahan baru yang berbentuk republik.\nRevolusi Perancis adalah suatu penanda dan bukti nyata bahwa raja bukanlah pemimpin yang absolut. Kemanusiaan dan persamaan adalah hak semua orang. Penindasan adalah sesuatu yang salah.\nD. Perubahan sosial politik di Eropa\nPada abad ke-19 terjadi Revolusi Perancis yang mengakibatkan dampak negatif terhadap perubahan sosial salah satunya adalah adanya konflik antar kelas sosial dalam masyarakat yang seolah mengarahkan pada sikap anarkisme dalam masyarakat.\nDari peristiwa tersebut akhirnya banyak sistem negara di eropa beralih dari sistem monarki ke sistem demokrasi, kekuasaan gereja pun semakin berkurang sehingga bermunculan aturan sosial baru yang digunakan masyarakat eropa.\nE. Lahirnya ilmu pengetahuan dan teknologi modern.\nZaman ini sebenarnya sudah terintis mulai dari abad 14 M. Tetapi, indikator yang nyata terlihat jelas pada abad 17 M dan berlangsung hingga abad 20 M. Hal ini ditandai dengan adanya penemuan-penemuan dalam bidang ilmiah. (Surajiyo:2007:87). Menurut Slamet Iman Sontoso, ada tiga sumber pokok yang menyebabkan berkembangnya ilmu pengetahuan di Eropa dengan pesat, yaitu hubungan antara kerajaan Islam di Semenanjung Liberia dengan negara Perancis, terjadinya Perang Salib dari tahun 1100-1300, dan jatuhnya Istambul ke tangan Turki pada tahun 1453. (Tim Dosen Filsafat Ilmu :2001:79)\nPerkembangan ilmu pengetahuan pada zaman modern ini sesungguhnya sudah dirintis sejak zaman Renaissance. Renaissance sering diartikan denagn kebangkitan, peralihan, atau lahir kembali (rebirth), yaitu di lahirkan kembali sebagai manusia yang bebas untuk berpikir , dan jauh dari ajaran-ajaran agama.\nF. Meningkatnya individualisme\nKejadian revolusi industri dan revolusi perancis, akhirnya timbul kelompok-kelompok sosial baru di masyarakat, ditambah kapitalisme yang berkembang karena timbulnya orang-orang kaya yang terlahir dari keluarga non bangsawan, sehingga individualisme menjadi semakin tumbuh subur dengan adanya 2 peristiwa besar eropa tersebut.\nG. Berkembang kepercayaan pada diri sendiri\nDahulu untuk menjadi orang terpandang dimasyarakat, jalannya hanya sedikit, yaitu: terlahir dari keluarga bangsawan, menjadi pemuka agama kristen dan katolik, atau lewat jalan menjadi kesatria. tetapi ketika terjadinya revolusi industri setiap orang berpotensi untuk menjadi orang terhormat dengan uang yang didapatkan dari bekerja maupun dari profesi baru yang ada karena revolusi industri tersebut, sehingga kepercayaan masyarakat umum pada diri sendiri meningkat pesat.","date_published":"2020-08-12T05:10:34+07:00","date_modified":"2023-04-15T16:52:00+07:00","author":{"name":"Warjito makruf","url":"https:\/\/sosiopedia.com\/author\/superadmin\/","avatar":"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/458a28d8bdaa82bbad91c72ae7065116?s=512&d=mm&r=g"},"image":"https:\/\/cdn.shortpixel.ai\/spai\/q_lossy+ret_img\/https:\/\/sosiopedia.com\/wp-content\/uploads\/2020\/08\/peristiwa-penting-yang-mendorong-lahirnya-sosiologi.jpg","tags":["Featured","Informasi"]},{"id":"https:\/\/sosiopedia.com\/definisi-sosiologi-menurut-para-tokoh\/","url":"https:\/\/sosiopedia.com\/definisi-sosiologi-menurut-para-tokoh\/","title":"Definisi Sosiologi Menurut Para Tokoh","content_html":"<p>Definisi sosiologi sendiri mempunyai arti yang berbeda-beda dari para tokohnya, tetapi semuanya tetap mengacu ke pembahasan sosial, dimana sosial memang objek yang disepakati oleh para tokoh-tokoh ilmuwan sosiologi, diantara para tokoh tersebut saya akan sadur makna sosiologi (definisi) menurut mereka<\/p>\n<p><strong>&#8211; Auguste Comte<\/strong><\/p>\n<p>Comte mendefinisikan sosiologi sebagai ilmu pengetahuan yang mempelajari fenomena sosial dengan hukum-hukum tetap (ajeg) yang menjadi objek investigasinya.<\/p>\n<p><strong>&#8211; Pitirim Sorokin<\/strong><\/p>\n<p>Definisi sosiologi menurut pitirim sorokin adalah ilmu yang mempelajari hubungan dan pengaruh timbal balik antara aneka macam gejala sosial (misalnya gejala ekonomi, gejala keluarga, dan gejala moral), sosiologi adalah ilmu yang mempelajari hubungan dan pengaruh timbal balik antara gejala sosial dengan gejala non-sosial, dan yang terakhir, sosiologi adalah ilmu yang mempelajari ciri-ciri umum semua jenis gejala-gejala sosial lain.<\/p>\n<p><strong>&#8211; Roucek dan Warren<\/strong><\/p>\n<p>Sosiologi menurut duo roucek dan warren adalah ilmu yang mempelajari hubungan antara manusia dalam kelompok-kelompok.<\/p>\n<p><strong>&#8211; William F. Ogburn dan Mayer F. Nimkopf<\/strong><\/p>\n<p>Sosiologi adalah penelitian secara ilmiah terhadap interaksi sosial dan hasilnya, yaitu organisasi sosial.<\/p>\n<p><strong>&#8211; J.A.A Von Dorn dan C.J. Lammers<\/strong><\/p>\n<p>Sosiologi adalah ilmu pengetahuan tentang struktur-struktur dan proses-proses kemasyarakatan yang bersifat stabil.<\/p>\n<p><strong>&#8211; Max Weber<\/strong><\/p>\n<p>Max Webber mendefinisikan sosiologi adalah ilmu yang berupaya memahami tindakan-tindakan sosial.<\/p>\n<p><strong>&#8211; Selo Sumardjan dan Soelaeman Soemardi<\/strong><\/p>\n<p>Sosiologi adalah ilmu kemasyarakatan yang mempelajari struktur sosial dan proses-proses sosial termasuk perubahan sosial.<\/p>\n<p><strong>&#8211; Paul B. Horton<\/strong><\/p>\n<p>Sosiologi adalah ilmu yang memusatkan penelaahan pada kehidupan kelompok dan produk kehidupan kelompok tersebut.<\/p>\n<p><strong>&#8211; Soejono Sukamto<\/strong><\/p>\n<p>Sosiologi adalah ilmu yang memusatkan perhatian pada segi-segi kemasyarakatan yang bersifat umum dan berusaha untuk mendapatkan pola-pola umum kehidupan masyarakat.<\/p>\n<p><strong>&#8211; William Kornblum<\/strong><\/p>\n<p>Sosiologi adalah suatu upaya ilmiah untuk mempelajari masyarakat dan perilaku sosial anggotanya dan menjadikan masyarakat yang bersangkutan dalam berbagai kelompok dan kondisi.<\/p>\n<p><strong>&#8211; Allan Jhonson<\/strong><\/p>\n<p>Sosiologi adalah ilmu yang mempelajari kehidupan dan perilaku, terutama dalam kaitannya dengan suatu sistem sosial dan bagaimana sistem tersebut mempengaruhi orang dan bagaimana pula orang yang terlibat didalamnya mempengaruhi sistem tersebut.<\/p>\n<p>Dari berbagai definisi diatas, maka dapat disimpulkan bahwa :<br \/>\n\u201c Sosiologi adalah ilmu yang membicarakan apa yang sedang terjadi saat ini, khususnya pola-pola hubungan dalam masyarakat serta berusaha mencari pengertian-pengertian umum, rasional, empiris serta bersifat umum \u201d<\/p>\n","content_text":"Definisi sosiologi sendiri mempunyai arti yang berbeda-beda dari para tokohnya, tetapi semuanya tetap mengacu ke pembahasan sosial, dimana sosial memang objek yang disepakati oleh para tokoh-tokoh ilmuwan sosiologi, diantara para tokoh tersebut saya akan sadur makna sosiologi (definisi) menurut mereka\n&#8211; Auguste Comte\nComte mendefinisikan sosiologi sebagai ilmu pengetahuan yang mempelajari fenomena sosial dengan hukum-hukum tetap (ajeg) yang menjadi objek investigasinya.\n&#8211; Pitirim Sorokin\nDefinisi sosiologi menurut pitirim sorokin adalah ilmu yang mempelajari hubungan dan pengaruh timbal balik antara aneka macam gejala sosial (misalnya gejala ekonomi, gejala keluarga, dan gejala moral), sosiologi adalah ilmu yang mempelajari hubungan dan pengaruh timbal balik antara gejala sosial dengan gejala non-sosial, dan yang terakhir, sosiologi adalah ilmu yang mempelajari ciri-ciri umum semua jenis gejala-gejala sosial lain.\n&#8211; Roucek dan Warren\nSosiologi menurut duo roucek dan warren adalah ilmu yang mempelajari hubungan antara manusia dalam kelompok-kelompok.\n&#8211; William F. Ogburn dan Mayer F. Nimkopf\nSosiologi adalah penelitian secara ilmiah terhadap interaksi sosial dan hasilnya, yaitu organisasi sosial.\n&#8211; J.A.A Von Dorn dan C.J. Lammers\nSosiologi adalah ilmu pengetahuan tentang struktur-struktur dan proses-proses kemasyarakatan yang bersifat stabil.\n&#8211; Max Weber\nMax Webber mendefinisikan sosiologi adalah ilmu yang berupaya memahami tindakan-tindakan sosial.\n&#8211; Selo Sumardjan dan Soelaeman Soemardi\nSosiologi adalah ilmu kemasyarakatan yang mempelajari struktur sosial dan proses-proses sosial termasuk perubahan sosial.\n&#8211; Paul B. Horton\nSosiologi adalah ilmu yang memusatkan penelaahan pada kehidupan kelompok dan produk kehidupan kelompok tersebut.\n&#8211; Soejono Sukamto\nSosiologi adalah ilmu yang memusatkan perhatian pada segi-segi kemasyarakatan yang bersifat umum dan berusaha untuk mendapatkan pola-pola umum kehidupan masyarakat.\n&#8211; William Kornblum\nSosiologi adalah suatu upaya ilmiah untuk mempelajari masyarakat dan perilaku sosial anggotanya dan menjadikan masyarakat yang bersangkutan dalam berbagai kelompok dan kondisi.\n&#8211; Allan Jhonson\nSosiologi adalah ilmu yang mempelajari kehidupan dan perilaku, terutama dalam kaitannya dengan suatu sistem sosial dan bagaimana sistem tersebut mempengaruhi orang dan bagaimana pula orang yang terlibat didalamnya mempengaruhi sistem tersebut.\nDari berbagai definisi diatas, maka dapat disimpulkan bahwa :\n\u201c Sosiologi adalah ilmu yang membicarakan apa yang sedang terjadi saat ini, khususnya pola-pola hubungan dalam masyarakat serta berusaha mencari pengertian-pengertian umum, rasional, empiris serta bersifat umum \u201d","date_published":"2020-08-09T14:04:46+07:00","date_modified":"2020-08-09T16:52:57+07:00","author":{"name":"luhung achmad","url":"https:\/\/sosiopedia.com\/author\/luhung\/","avatar":"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/04d617c6662c2d1917ef194b07cf4719?s=512&d=mm&r=g"},"image":"https:\/\/cdn.shortpixel.ai\/spai\/q_lossy+ret_img\/https:\/\/sosiopedia.com\/wp-content\/uploads\/2020\/08\/definisi-sosiologi-menurut-para-ahli.jpg","tags":["Featured","Informasi"]},{"id":"https:\/\/sosiopedia.com\/arti-sosiologi-secara-etimologi-dan-terminologi\/","url":"https:\/\/sosiopedia.com\/arti-sosiologi-secara-etimologi-dan-terminologi\/","title":"Arti sosiologi secara etimologi dan terminologi","content_html":"<p>Sosiologi diajarkan mulai kelas 10, kalau zaman dahulu kelas 1 smu. sebelum memperlajari apa itu sosiologi, alangkah baiknya kita mengenal secara detail apa sih arti sosilogi, berikut adalah penjelasan detail tentang sosiologi:<\/p>\n<p>Arti harfiah (etimologi) sosiologi berasal dari bahasa Latin yang bermakna Socius kalau diartikan menjadi bahasa indonesia &#8220;kawan&#8221;, sedangkan Logos berarti ilmu pengetahuan. Jadi arti harfiah lengkapnya Sosiologi merupakan ilmu pengetahuan tentang masyarakat. Masyarakat adalah sekelompok individu yang mempunyai hubungan, memiliki kepentingan bersama, dan memiliki budaya. jadi objek yang dipelajari oleh sosiologi adalah tentang mempelajari masyarakat, perilaku masyarakat, dan perilaku sosial manusia dengan mengamati perilaku kelompok yang dibangunnya. Kelompok tersebut mencakup keluarga, suku bangsa, negara, dan berbagai organisasi politik, ekonomi, sosial.<\/p>\n<p>Sedangkan arti terminologi, sosiologi diartikan sebagai ilmu yang mempelajari interaksi manusia di dalam masyarakat. Sosiologi bermaksud untuk mengkaji kejadiankejadian dalam masyarakat, yaitu persekutuan manusia yang selanjutnya berusaha untuk mendatangkan perbaikan dalam kehidupan bersama.<\/p>\n<p>Sosiologi termasuk cabang Ilmu Sosial yang mempelajari masyarakat dan pengaruhnya terhadap kehidupan manusia. Sebagai cabang Ilmu sosial, Sosiologi dicetuskan pertama kali oleh ilmuwan Perancis, August Comte. Comte kemudian dikenal sebagai Bapak Sosiologi. Namun demikian, sejarah mencatat bahwa \u00c9mile Durkheim \u2014 ilmuwan sosial Perancis \u2014 yang kemudian berhasil melembagakan Sosiologi sebagai disiplin akademis. Sebagai sebuah ilmu, sosiologi merupakan pengetahuan kemasyarakatan yang tersusun dari hasil-hasil pemikiran ilmiah dan dapat di kontrol secara kritis oleh orang lain atau umum.<\/p>\n<p>awal mula sosiologi diungkapkan pertama kalinya dalam buku yang berjudul \u201cCours De Philosophie Positive\u201d karangan August Comte (1798-1857). Sosiologi muncul sejak ratusan, bahkan ribuan tahun yang lalu. Namun sosiologi sebagai ilmu yang mempelajari masyarakat baru dideskripsikan secara eksklusif dan dirumuskan menjadi satu disiplin ilmu baru di abad 19 di Eropa.<\/p>\n<p>jadi sudah jelaskan apa arti terminologi, estimologi dan sejarah singkat tentang sosiologi, semoga artikel ini bisa membantu teman-teman semua dalam mempelajari ilmu sosiologi<\/p>\n","content_text":"Sosiologi diajarkan mulai kelas 10, kalau zaman dahulu kelas 1 smu. sebelum memperlajari apa itu sosiologi, alangkah baiknya kita mengenal secara detail apa sih arti sosilogi, berikut adalah penjelasan detail tentang sosiologi:\nArti harfiah (etimologi) sosiologi berasal dari bahasa Latin yang bermakna Socius kalau diartikan menjadi bahasa indonesia &#8220;kawan&#8221;, sedangkan Logos berarti ilmu pengetahuan. Jadi arti harfiah lengkapnya Sosiologi merupakan ilmu pengetahuan tentang masyarakat. Masyarakat adalah sekelompok individu yang mempunyai hubungan, memiliki kepentingan bersama, dan memiliki budaya. jadi objek yang dipelajari oleh sosiologi adalah tentang mempelajari masyarakat, perilaku masyarakat, dan perilaku sosial manusia dengan mengamati perilaku kelompok yang dibangunnya. Kelompok tersebut mencakup keluarga, suku bangsa, negara, dan berbagai organisasi politik, ekonomi, sosial.\nSedangkan arti terminologi, sosiologi diartikan sebagai ilmu yang mempelajari interaksi manusia di dalam masyarakat. Sosiologi bermaksud untuk mengkaji kejadiankejadian dalam masyarakat, yaitu persekutuan manusia yang selanjutnya berusaha untuk mendatangkan perbaikan dalam kehidupan bersama.\nSosiologi termasuk cabang Ilmu Sosial yang mempelajari masyarakat dan pengaruhnya terhadap kehidupan manusia. Sebagai cabang Ilmu sosial, Sosiologi dicetuskan pertama kali oleh ilmuwan Perancis, August Comte. Comte kemudian dikenal sebagai Bapak Sosiologi. Namun demikian, sejarah mencatat bahwa \u00c9mile Durkheim \u2014 ilmuwan sosial Perancis \u2014 yang kemudian berhasil melembagakan Sosiologi sebagai disiplin akademis. Sebagai sebuah ilmu, sosiologi merupakan pengetahuan kemasyarakatan yang tersusun dari hasil-hasil pemikiran ilmiah dan dapat di kontrol secara kritis oleh orang lain atau umum.\nawal mula sosiologi diungkapkan pertama kalinya dalam buku yang berjudul \u201cCours De Philosophie Positive\u201d karangan August Comte (1798-1857). Sosiologi muncul sejak ratusan, bahkan ribuan tahun yang lalu. Namun sosiologi sebagai ilmu yang mempelajari masyarakat baru dideskripsikan secara eksklusif dan dirumuskan menjadi satu disiplin ilmu baru di abad 19 di Eropa.\njadi sudah jelaskan apa arti terminologi, estimologi dan sejarah singkat tentang sosiologi, semoga artikel ini bisa membantu teman-teman semua dalam mempelajari ilmu sosiologi","date_published":"2020-08-07T15:20:08+07:00","date_modified":"2024-07-25T13:13:54+07:00","author":{"name":"luhung achmad","url":"https:\/\/sosiopedia.com\/author\/luhung\/","avatar":"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/04d617c6662c2d1917ef194b07cf4719?s=512&d=mm&r=g"},"image":"https:\/\/cdn.shortpixel.ai\/spai\/q_lossy+ret_img\/https:\/\/sosiopedia.com\/wp-content\/uploads\/2020\/08\/apa-arti-sosiologi.jpg","tags":["Featured","Informasi"]},{"id":"https:\/\/sosiopedia.com\/5-pekerjaan-alumni-sosiologi-untuk-generasi-milenial\/","url":"https:\/\/sosiopedia.com\/5-pekerjaan-alumni-sosiologi-untuk-generasi-milenial\/","title":"5 Pekerjaan Alumni Sosiologi Untuk Generasi Milenial","content_html":"<p>Saya kira anda semua suka penasaran, alumni dari jurusan sosiologi kerjanya apa sih? saya yakin di benak anda pasti terbersit kalau kerjanya para alumni sosiologi ini paling tidak jauh-jauh dari bidang pendidikan seperti dosen dan guru. Padahal sebenarnya peluang dari alumni sosiologi juga gak kalah kerennya loo daripada mahasiswa-mahasiswa dari jurusan beken-beken lain, seperti kedokteran, informatika, pertambangan dan lain &#8211; lain. Berikut adalah peluang lapangan pekerjaan para alumni sosiologi pada zaman milenial saat ini:<\/p>\n<ul>\n<li><strong>Media Planner<br \/>\n<\/strong>Anda pasti tau, kalau media pemasaran produk saat ini tidak melulu di televisi, radio ataupun koran, tetapi sudah merambah ke social media seperti, facebook, twitter, dan lain-lainnya, seorang sosiolog dalam media planner akan dituntut untuk menilai kebutuhan suatu periklanan klien, dan selanjutnya merancang media yang cocok digunakan untuk menjangkau target pasar mereka.Tidak hanya itu, kamu juga harus mempunyai kemampuan melakukan riset dan menganalisa preferensi dari tiap kalangan. Oleh karena itu, jurusan sosiologi sangat sesuai dengan hal-hal yang berbau pemahaman karakteristik sebuah kelompok, dan gajinya juga tidak bisa diremehkan loo, dalam probation (masa percobaan) anda bisa mendapatkan gaji diangka 3 juta-an, dan meningkat seiiring dengan lama pekerjaan dan pengalaman anda.<\/li>\n<li><strong>Market Reseacrh Analyst,<br \/>\n<\/strong>Di sini kamu harus memahami dan memiliki kemampuan meriset pasar. Salah satunya untuk meriset pasar untuk memetakan gaya hidup, kebutuhan, dab berbagai pengelompokan lainnya di dalam masyarakat. Kebanyakan strategi pemasaran ini dibuat berdasarkan data yang diperoleh dari penelitian.<\/li>\n<li><strong>Konselor\u00a0<\/strong><br \/>\nKonselor itu sebutan lain dari istilah Pembimbing, jika anda alumnus sosiolog maka anda bisa menjadi konsultan terhadap\u00a0 permasalahan masyarakat diantaranya permasalahan gesekan antar kelompok dan lain lainnya, tentu saja untuk menjadi konselor anda harus membutuhkan pengalaman yang tidak sebentar, dimana pengalaman ini dijadikan tolak ukur dari solusi yang anda keluarkan terhadap permasalahan masyarakat.<\/li>\n<li><strong>Public Relation<\/strong><br \/>\nPR atau Public relation adalah salah satu departemen yang wajib dimiliki oleh perusahaan-perusahaan besar, jika anda menginginkan bekerja diperkantoran dan juga ingin bersentuhan dengan masyarakat (pekerjaan dilapangan) maka pilihan pekerjaan dibidang ini sangat cocok bagi anda.<br \/>\nPR merupakan pekerjaan menjalankan fungsi-fungsi organisasi, seperti menjalin relasi dengan media, komunitas, konsumen, industri, lembaga, hingga pemerintahan. Bahkan PR dituntut harus mempu memahami sikap serta kepedulian komunitas, kosumen, karyawan, dan kelompok, demi kepentingan untuk mempertahankan hubungan kerjasama yang baik dengan perwakilan dari jurnalis berbagai media.<\/li>\n<li><strong>Political Consultant<br \/>\n<\/strong>jika anda sering mendengan buzer dari a, buzer dari b. keributan yang timbul dari kelompok a atau kelompok b, dan semuanya bermunculan ketika masa-masa pemilihan pesta demokrasi di negara tercinta kita. beberapa istilah tadi banyak berkaitan dengan bidang political consultant atau bisa disebut konsultan politik, dan bidang ini pasti membutuhkan seorang sosiolog, karena merekalah ujung tombak yang menganalisa data-data dilapangan dan hasil analisanya dijadikan sebagai sumber untuk menentukan strategi apa saja yang perlu digunakan agar tujuan politiknya berhasil.<\/li>\n<\/ul>\n<p>nahh seorang soiolog gak harus jadi dosen kan, diantara pekerjaan-pekerjaan diatas, masih banyak lagi peluang pekerjaan bagi para calon sarjana sosiolog, yang mungkin akan kita bahas di materi posting di masa yang akan datang.<\/p>\n","content_text":"Saya kira anda semua suka penasaran, alumni dari jurusan sosiologi kerjanya apa sih? saya yakin di benak anda pasti terbersit kalau kerjanya para alumni sosiologi ini paling tidak jauh-jauh dari bidang pendidikan seperti dosen dan guru. Padahal sebenarnya peluang dari alumni sosiologi juga gak kalah kerennya loo daripada mahasiswa-mahasiswa dari jurusan beken-beken lain, seperti kedokteran, informatika, pertambangan dan lain &#8211; lain. Berikut adalah peluang lapangan pekerjaan para alumni sosiologi pada zaman milenial saat ini:\n\nMedia Planner\nAnda pasti tau, kalau media pemasaran produk saat ini tidak melulu di televisi, radio ataupun koran, tetapi sudah merambah ke social media seperti, facebook, twitter, dan lain-lainnya, seorang sosiolog dalam media planner akan dituntut untuk menilai kebutuhan suatu periklanan klien, dan selanjutnya merancang media yang cocok digunakan untuk menjangkau target pasar mereka.Tidak hanya itu, kamu juga harus mempunyai kemampuan melakukan riset dan menganalisa preferensi dari tiap kalangan. Oleh karena itu, jurusan sosiologi sangat sesuai dengan hal-hal yang berbau pemahaman karakteristik sebuah kelompok, dan gajinya juga tidak bisa diremehkan loo, dalam probation (masa percobaan) anda bisa mendapatkan gaji diangka 3 juta-an, dan meningkat seiiring dengan lama pekerjaan dan pengalaman anda.\nMarket Reseacrh Analyst,\nDi sini kamu harus memahami dan memiliki kemampuan meriset pasar. Salah satunya untuk meriset pasar untuk memetakan gaya hidup, kebutuhan, dab berbagai pengelompokan lainnya di dalam masyarakat. Kebanyakan strategi pemasaran ini dibuat berdasarkan data yang diperoleh dari penelitian.\nKonselor\u00a0\nKonselor itu sebutan lain dari istilah Pembimbing, jika anda alumnus sosiolog maka anda bisa menjadi konsultan terhadap\u00a0 permasalahan masyarakat diantaranya permasalahan gesekan antar kelompok dan lain lainnya, tentu saja untuk menjadi konselor anda harus membutuhkan pengalaman yang tidak sebentar, dimana pengalaman ini dijadikan tolak ukur dari solusi yang anda keluarkan terhadap permasalahan masyarakat.\nPublic Relation\nPR atau Public relation adalah salah satu departemen yang wajib dimiliki oleh perusahaan-perusahaan besar, jika anda menginginkan bekerja diperkantoran dan juga ingin bersentuhan dengan masyarakat (pekerjaan dilapangan) maka pilihan pekerjaan dibidang ini sangat cocok bagi anda.\nPR merupakan pekerjaan menjalankan fungsi-fungsi organisasi, seperti menjalin relasi dengan media, komunitas, konsumen, industri, lembaga, hingga pemerintahan. Bahkan PR dituntut harus mempu memahami sikap serta kepedulian komunitas, kosumen, karyawan, dan kelompok, demi kepentingan untuk mempertahankan hubungan kerjasama yang baik dengan perwakilan dari jurnalis berbagai media.\nPolitical Consultant\njika anda sering mendengan buzer dari a, buzer dari b. keributan yang timbul dari kelompok a atau kelompok b, dan semuanya bermunculan ketika masa-masa pemilihan pesta demokrasi di negara tercinta kita. beberapa istilah tadi banyak berkaitan dengan bidang political consultant atau bisa disebut konsultan politik, dan bidang ini pasti membutuhkan seorang sosiolog, karena merekalah ujung tombak yang menganalisa data-data dilapangan dan hasil analisanya dijadikan sebagai sumber untuk menentukan strategi apa saja yang perlu digunakan agar tujuan politiknya berhasil.\n\nnahh seorang soiolog gak harus jadi dosen kan, diantara pekerjaan-pekerjaan diatas, masih banyak lagi peluang pekerjaan bagi para calon sarjana sosiolog, yang mungkin akan kita bahas di materi posting di masa yang akan datang.","date_published":"2020-06-09T16:08:24+07:00","date_modified":"2020-08-09T16:52:42+07:00","author":{"name":"luhung achmad","url":"https:\/\/sosiopedia.com\/author\/luhung\/","avatar":"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/04d617c6662c2d1917ef194b07cf4719?s=512&d=mm&r=g"},"image":"https:\/\/cdn.shortpixel.ai\/spai\/q_lossy+ret_img\/https:\/\/sosiopedia.com\/wp-content\/uploads\/2020\/08\/pekerjaan-bagi-alumni-sosiologi.jpg","tags":["Featured","Informasi"]}]}